Pengembangan Pengukuran Psikometri Kemampuan Ketangkasan Belajar Pada Pelajar
DOI:
https://doi.org/10.31004/innovative.v4i1.9161Keywords:
ketangkasan belajar, pelajar, properti psikometri, konstruksi alat ukurAbstract
Learning agility didefinisikan sebagai kesediaan dan kemampuan untuk belajar dari pengalaman, dan kemudian menerapkan hal yang dipelajarinya tersebut untuk diterapkan pada situasi baru (Meuse et al., 2012). Learning Agility merupakan sebuah konsep baru dalam dunia akademik dan industri, sehingga pengukuran terhadap learning agility masih perlu untuk dikembangkan. Awalnya, learning agility disebut memiliki 4 aspek, yaitu mental agility, change agility, people agility dan result agility (Lombardo, M. M., & Eichinger, R. W, 2000). Namun penelitian-penelitian selanjutnya menambahkan 1 aspek lagi dalam pengukuran learning agility yaitu self-awareness (Harvey, V.S., & De Meuse, K.P, 2021). Pada penelitian ini, tim peneliti mengembangkan sendiri instrumen penelitian Learning Agility Scale for Students (LAS-S) berdasarkan indikator Learning Agility yang dikembangkan oleh Eichinger, Lombardo dan Capretta (2010) dan Dai & De Meuse, dalam Harvey, V.S., & De Meuse, K.P (2021). Penelitian ini bertujuan untuk mengevaluasi properti psikometri dari LAS-S. Metode sampling yang digunakan adalah random sampling. Subjek dalam penelitian ini adalah pelajar atau mahasiswa Indonesia berjumlah 550 responden. Teknik analisis data yang digunakan adalah pengujian properti psikometri yang terdiri dari pengujian validitas berdasarkan konten menggunakan formula Aiken’s V, analisis daya diskriminasi item, dan pengujian reliabilitas menggunakan formula alpha cronbach. Hasil analisis item diperoleh 27 item LAS-S yang memiliki daya diskriminasi antara 0.390-0.624 dan reliabilitas yang sangat baik (α=0.925).







