Pengembangan Human Capital Berbasis Pelatihan Kerja: Analisis Peran Balai Latihan Kerja Dalam Menekan Pengangguran Struktural Di Kabupaten Bekasi
DOI:
https://doi.org/10.31004/innovative.v5i4.21265Keywords:
Human Capital, Pelatihan Kerja, Balai Latihan Kerja, Pengangguran Struktural, Kabupaten BekasiAbstract
Pengangguran struktural menjadi tantangan serius di Kabupaten Bekasi meskipun wilayah ini dikenal sebagai kawasan industri terbesar di Indonesia. Ketidaksesuaian antara keterampilan tenaga kerja lokal dengan kebutuhan dunia industri menyebabkan rendahnya tingkat serapan tenaga kerja. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis peran Balai Latihan Kerja (BLK) dalam mengembangkan human capital berbasis pelatihan kerja guna menekan pengangguran struktural. Pendekatan kualitatif dengan metode studi kasus deskriptif digunakan untuk menggambarkan implementasi pelatihan kerja di BLK Kabupaten Bekasi. Data diperoleh melalui wawancara mendalam, observasi, dan dokumentasi terhadap pegawai BLK, peserta pelatihan, serta pihak Dinas Tenaga Kerja. Analisis dilakukan berdasarkan lima dimensi teori Human Capital Andrew Mayo, yaitu individual capability, individual motivation, organizational climate, workgroup effectiveness, dan leadership. Hasil penelitian menunjukkan bahwa BLK memiliki peran strategis dalam peningkatan kemampuan dan motivasi tenaga kerja lokal melalui pelatihan berbasis kompetensi. Namun, efektivitas program masih terkendala keterbatasan fasilitas, kurangnya sinergi dengan industri, dan rendahnya kesadaran masyarakat akan pentingnya pelatihan kerja.
References
Ahmed, S. K. (2024). The pillars of trustworthiness in qualitative research. Journal of Medicine, Surgery, and Public Health.
Akbar Kurniadi, T. L. (2019). TRANSFORMASI KONFLIK SOSIAL ANTARA ETNIS BALI DAN LAMPUNG DALAM MEWUJUDKAN PERDAMAIAN DI BALINURAGA, KECAMATAN WAY PANJI, KABUPATEN LAMPUNG SELATAN. Jurnal Pertahanan & Bela Negara, 91-108.
Alamudin. (2007). Demokrasi dalam Pendidikan: Teori dan Praktik. Jakarta: Pustaka Pelajar.
Budiarjo, M. (2008). Dasar-dasar Ilmu Politik (Edisi Revisi). Jakarta: Gramedia Pusat.
Butler, M. J. (2009). International Conflict Management. London : routledge.
Creswell, J. W. (2015). Qualitative Inquiry and Research Design: Choosing Among Five Approaches . SAGE Publications.
Becker, G. S. (1964). Human Capital: A Theoretical and Empirical Analysis, with Special Reference to Education. University of Chicago Press.
Hasanah, N. (2018). Pengaruh Pelatihan terhadap Peningkatan Keterampilan Tenaga Kerja di Daerah Industri. Jurnal Pembangunan SDM, 5(2), 110–122.
Mayo, A. (2000). The Human Value of the Enterprise: Valuing People as Assets—Monitoring, Measuring, Managing. Nicholas Brealey Publishing.
Miles, M. B., & Huberman, A. M. (1994). Qualitative Data Analysis: An Expanded Sourcebook. Sage Publications.
Schultz, T. W. (1961). Investment in Human Capital. The American Economic Review, 51(1), 1–17.
Wahyuni, S. (2015). Pengaruh Pelatihan Kerja terhadap Peningkatan Kualitas Sumber Daya Manusia. Jurnal Ekonomi dan Pendidikan, 12(2), 145–156.*
Zulfikli Alwi. (2022). Peran Pelatihan Berbasis Kompetensi dalam Peningkatan Keterampilan Tenaga Kerja. Jurnal Ketenagakerjaan Indonesia, 7(3), 201–210.*
Downloads
Published
How to Cite
Issue
Section
License
Copyright (c) 2025 Gebrylia Desya Pancawijaya, Dewi Noor Azijah, Gun Gun Gumilar

This work is licensed under a Creative Commons Attribution-ShareAlike 4.0 International License.







