Konsep Kesakralan Tradisi Mandi Safar di Desa Air Hitam Laut perspektif Mircea Eliade

Authors

  • Fitra Nabila Kadir Universitas Islam Negeri Sunan Kalijaga Yogyakarta

DOI:

https://doi.org/10.31004/innovative.v5i4.20682

Keywords:

Tradisi Mandi Safar, Desa Air Hitam Laut, Mircea Eliade, Kesakralan

Abstract

Tradisi mandi safar di Desa Air Hitam Laut merupakan suatu tradisi yang dilakukan setiap tahunnya pada Rabu terakhir bulan safar, yang mengandung nilai kesakralan. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis konsep kesakralan tradisi mandi safar melalui pandangan dari Mircea Eliade. Jenis penelitin ini adalah kualitatif dengan pendekatan studi pustaka. Pengumpulan data dilakukan dengan teknik observasi dan teknik wawancara, dengan sumber primer dari hasil wawancara dan sumber primer berasal dari literature mengenai tradisi mandi safar yang terjadi dibeberapa daerah di Indonesia, dan studi literature mengenai teori eliade. Hasil penelitian menunjukkan Tradisi ini sebagai bentuk dari hierofani anatara bulan safar yang banyak diturunkan bala dengan tempat pelaksanaan penyucian dalam tradisi mandi safar ialah Pantai Babussalam. Mitos yang muncul dalam tradisi ini ialah rasa penjagaaan dari Allah terahap semua marabahaya yang berbentuk bala, penyakit, ataupun bencana. Simbol-simbol yang sakral termanifestasi dalam unsur-unsur seperti kain putih yang melambangkan kemurnian, telur, daun mangga, rakit, air pantai, khataman alQuran dan pembacaan doa untuk negeri serta penulisan tujuh ayat yang dimulai dengan lafadz Salamun diatas daun. Sedangakan, konsep kosmos terjadi ketika berlangsungnya tradisi, karena adanya kesakralan atas waktu dan tempat.

References

Ampa, T., & Hariadi, U. (2003). Ritual Mandi Safar Desa Air Hitam Laut. Jurnal Ilmiah Istoria, 63–79.

Ashsubli, M. (2018). Ritual Budaya Mandi Safar Di Desa Tanjung Punak Pulau Rupat Kabupaten Bengkalis Provinsi Riau. Aqlam; Journal of Islam and Plurality, 3(1), 85.

Bahtiar, Mursalim, A., & Masburiyah. (2008). Ritual Mandi Safar “Akulturasi Islam dan Tradisi Lokal; Studi Kasus di Desa Air Hitam Laut Kecamatan Sadu Kabupaten Tanjung Jabung Timur.” Budaya Islam, 24(02).

Darajat, Z. (1985). Perbandingan Agama,. Bumi Aksara. Daud, A. (1994). Kitab Sunan Abi Daud. Daar Al-Fikr.

Djarot, M., & Alimin, A.-A. (2023). Tradisi Mandi Safar Pada Masyarakat Melayu Kayong Utara. Jurnal Pendididkan , Kebudayaan & Keisaman, 128–138.

Eliade, M. (1961). Images And Symbols. Princeton University Press.

Eliade, M. (1987). The Sacred and The Profane: The Nature of Religion. Harvest Book. Hammond. (1985). The sacred in a secular age (1 st). University of California Press.

Khoiri. (2017). Antara Adat Dan Syariat (Studi Tentang Tradisi Mandi Safar di Tasik Nambus, Riau, ditinjau dari Perspektif Islam) Khoiri. Jurnal : Islam Futura, 16(2), 196–210.

Masyhar. (2020). Sakral Dan Profan Tinjauan Antropologis Religius Atas Pemikiran Hasan Hanafi. Biopsikososial: Jurnal Ilmiah Psikologi Fakultas Psikologi Universitas Mercubuana Jakarta, 4(1), 199

Pals, D. L. (2018). Seven Theories Of Religion. IRCISOD.

Penyusun Kamus Pusat Bahasa, T. (2008). Kamus Bahasa Indonesia.

Putri, N. R., Kurniawanti, M. R., & Purnomo, B. (2024). Tradisi Mandi Safar Masyarakat Desa Air Hitam Laut Sadu Tanjung Jabung Timur 2003-2023. Krinok : Jurnal Pendidikan Sejarah Dan Sejarah FKIP Universitas Jambi, 3(2), 109–117.

Sudirana, I. W. (2019). Tradisi Versus Modern : Diskursus Pemahaman Istilah Tradisi dan Modern di Indonesia. 34, 127–135.

Sugiharto, B. (2019). Kebudayaan dan Kondisi Post-Tradisi. PT. Kanisius.

Syaiful, S., Suwardi, Misli, & Agustiani, A. (2023). Persepsi masyarakat terhadap tradisi mandi safar sebagai daya tarik wisata budaya di tanjung punak rupat utara kabupaten bengkalis. Jurnal Intelektiva, 4(6), 13–32.

Tomia, R., Umarella, S., & Husein, S. (2022). Perspektif Masyarakat Tentang Tradisi Mandi Safar ( Studi Kasus di Dusun Sanahuni Desa Sole Kecamatan Huamual Belakang Kabupaten Seram Bagian Barat ). Kuttab : Jurnal Ilmiah Mahasiswa, 4(1), 70–96.

Widyaputra, B. (2021). “Yang sakral” dalam Pemikran Mircea Eliade. Jurnal Dekontruksi, 2(2), 77–87.

Zhukovsky, & Pivovarov. (2015). Sacral and and system of sac ralization. Juounal European Of Natural History.

Zulhadi. (2019). Islamic education value in mandi safar tradition. 6356(2015), 119–126.

Downloads

Published

2025-08-11

How to Cite

Kadir, F. N. (2025). Konsep Kesakralan Tradisi Mandi Safar di Desa Air Hitam Laut perspektif Mircea Eliade. Innovative: Journal Of Social Science Research, 5(4), 8195–8208. https://doi.org/10.31004/innovative.v5i4.20682

Similar Articles

1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 > >> 

You may also start an advanced similarity search for this article.