Perbandingan Antara Kurikulum Indonesia dan Malaysia

Authors

  • Selfia Montori Universitas Negeri Manado
  • Juliana Margareta Sumilat Universitas Negeri Manado

DOI:

https://doi.org/10.31004/innovative.v5i4.20398

Keywords:

Kurikulum Indonesia, Kurikulum Malaysia, Perbandingan

Abstract

Pendidikan berperan penting dalam membentuk sumber daya manusia yang berkualitas dan kompetitif secara global. Kurikulum sebagai pedoman pembelajaran menentukan arah dan mutu pendidikan suatu negara. Indonesia dan Malaysia, meskipun memiliki latar belakang sejarah dan budaya yang serupa, menerapkan kurikulum yang berbeda sesuai dengan visi dan kebutuhan nasional. Indonesia telah mengalami berbagai perubahan kurikulum, dari KTSP, Kurikulum 2013, hingga Kurikulum Merdeka yang menekankan karakter melalui Profil Pelajar Pancasila. Sementara itu, Malaysia menerapkan KSSR dan KSSM yang lebih terstruktur dan konsisten, dengan fokus pada keseimbangan antara akademik, moral, dan keterampilan abad ke-21. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode studi literatur (literature review) dan analisis dokumen sebagai metode utama. Pendekatan ini memungkinkan eksplorasi mendalam terhadap sumber-sumber informasi yang relevan, baik dari sisi teoritis maupun praktis, serta menelusuri dinamika historis dan kontekstual kebijakan pendidikan di kedua negara. Penelitian ini bersifat deskriptif-analitis, karena tidak hanya mendeskripsikan fenomena, tetapi juga menganalisis dan menginterpretasikan makna di balik data yang ditemukan. Hasil analisis menunjukkan bahwa Indonesia memiliki keunggulan dalam fleksibilitas kurikulum dan integrasi nilai-nilai kebangsaan, sedangkan Malaysia lebih unggul dalam hal standarisasi dan konsistensi implementasi kurikulum. Kedua negara sama-sama menekankan pendidikan karakter, integrasi teknologi, serta orientasi pada kompetensi, namun berbeda dalam pendekatan pembelajarannya: Indonesia cenderung mengedepankan pembelajaran tematik dan berbasis proyek, sementara Malaysia lebih fokus pada pencapaian hasil dan kompetensi dasar. Temuan ini memberikan kontribusi penting dalam pengembangan kebijakan pendidikan yang adaptif terhadap tuntutan abad ke-21, serta dapat menjadi referensi bagi negara-negara berkembang dalam merumuskan kurikulum yang lebih relevan dan efektif.

References

Ahmad, A. R., & Chuah, K. M. (2015). The Malaysian education system: A comparative analysis with the Finnish model. Asian Education Studies, 1(2), 45–53.

Daga, A. T. (2020). Perbandingan pendidikan karakter dalam kurikulum sekolah dasar di Malaysia, India dan Indonesia. Jurnal Edukasi Sumba (JES), 4(1). https://doi.org/10.53395/jes.v4i1.82

Galtar, D., Prastyo, D., Usman, J., & Umam, K. (2023). Perbandingan Kurikulum Merdeka PAUD Indonesia dengan Kurikulum Standard Prasekolah Kebangsaan (KSPK) Malaysia. Kiddo: Jurnal Pendidikan Islam Anak Usia Dini, 6(1), 45–58. https://doi.org/10.19105/kiddo.v6i1.17214

Hanum, R., & Nursidah. (2021). Perbandingan sistem pembelajaran daring antara Indonesia dan Malaysia di masa pandemi Covid-19. Edukatif: Jurnal Ilmu Pendidikan, 3(6), 4083–4093. https://doi.org/10.31004/edukatif.v3i6.1231

Ibrahim, R., & Hassan, S. A. (2018). The implementation of curriculum reform in Malaysia: Issues and challenges. International Journal of Modern Education, 10(1), 25–36.

Juliyanti, S., Susanti, L. R., Safitri, E. R., & Gulo, F. (2022). Menganalisis perbandingan sistem pendidikan sekolah menengah atas di Indonesia dan Malaysia. Journal of Education and Instruction (JOEAI), 8(1), 32–42. https://doi.org/10.31539/joeai.v8i1.14580

Lestari, D. R., Istiq’faroh, N., & Muhimmah, H. A. (2021). Studi perbandingan sistem pendidikan di Indonesia dengan Malaysia. Pendas: Jurnal Ilmiah Pendidikan Dasar, 9(3), 172–179. https://doi.org/10.23969/jp.v9i3.15773

Majid, A. (2014). Perencanaan pembelajaran: Mengembangkan standar kompetensi guru. Bandung: Remaja Rosdakarya.

Ministry of Education Malaysia. (2017). Kurikulum Standard Sekolah Rendah (KSSR). Kementerian Pendidikan Malaysia.

Mulyasa, E. (2013). Kurikulum 2013: Implementasi dan evaluasi. Bandung: Remaja Rosdakarya.

Noor, N. M., & Abdul Razak, N. (2020). Policy development and challenges in Malaysian education system: A case study. Malaysian Journal of Education, 45(3), 29–37.

OECD. (2019). Education policy outlook: Indonesia. OECD Publishing. https://www.oecd.org/education/policy-outlook

Rahman, A. (2018). Educational reforms in Malaysia: A comparative study with Indonesia. International Journal of Educational Research, 9(1), 45–60.

Rajagukguk, M., Susanti, L. R., Safitri, E. R., & Gulo, F. (2024). Analisis sistem pendidikan: Perbandingan sistem pendidikan di Indonesia dan Malaysia. Dharmas Education Journal (DE_Journal), 5(2), 20–30. https://doi.org/10.56667/dejournal.v5i2.1640

Sari, R. (2020). Perbandingan kurikulum pendidikan di Indonesia dan Malaysia. Jurnal Pendidikan dan Kebudayaan, 5(2), 123–135.

Sukiman. (2015). Pengembangan kurikulum perguruan tinggi. Bandung: Remaja Rosda Karya.

Suyanto, S., & Jihad, A. (2013). Menjadi guru profesional: Strategi meningkatkan kualitas guru di era global. Jakarta: Erlangga.

Tilaar, H. A. R. (2009). Kebijakan pendidikan: Perkembangan pendidikan nasional dari masa ke masa. Jakarta: Rineka Cipta.

UNESCO. (2021). Global education monitoring report: Non-state actors in education—Who chooses? Who loses? Paris: UNESCO Publishing. https://unesdoc.unesco.org/ark:/48223/pf0000379876

World Bank. (2020). Improving quality education in Southeast Asia. Washington, DC: World Bank Group.

Zakirman, G. W., & Rahayu, C. (2021). Deskripsi sistem divisi jurusan antara sekolah menengah di Indonesia dan Malaysia. Jurnal Ilmu Pendidikan Global, 4(2), 115–122.

Downloads

Published

2025-07-20

How to Cite

Montori, S., & Sumilat, J. M. (2025). Perbandingan Antara Kurikulum Indonesia dan Malaysia. Innovative: Journal Of Social Science Research, 5(4), 3247–3258. https://doi.org/10.31004/innovative.v5i4.20398

Similar Articles

<< < 1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 > >> 

You may also start an advanced similarity search for this article.