Hubungan Berat Badan Lahir Rendah (BBLR) dengan Kejadian Stunting Pada Balita

Authors

  • Debi Novita Siregar Universitas Prima Indonesia
  • Silvia Yosefa Sinurat Universitas Prima Indonesia Medan
  • Sindi Wulandari Universitas Prima Indonesia Medan
  • Siti Aminah Nasution Universitas Prima Indonesia Medan
  • Siti Nurhayati Universitas Prima Indonesia Medan
  • Siti Asma Universitas Prima Indonesia Medan

Abstract

Di negara kita tingginya jumlah bayi yang meninggal pada 7 hari sebelum dan sesudah kelahiran, dipicu karena bayi berat badan lahir rendah (BBLR). Bayi Berat Lahir Rendah (BBLR) mencakup BBLR usia kehamilan kurang dan BBLR usia kehamilan tepat waktu. BBLR menjadi pemicu dominan didalam terjadinya stunting. Metode ilmiah ini yakni kuantitatif dimana digunakannya crosssectional mengukur satu waktu serta mengevaluasi ada mengenai korelasi antar subyek dengan kuesioner. Pengamatan pendahuluan peneliti di Klinik Pratama Rawat Inap Santi Meliala ada 9 Ibu yang mengunjungi ke Klinik Pratama Rawat Inap Santi Meliala ditemukan ada 3 ibu yang mempunyai bayi yang menderita stunting. Temuan uji chi-square, memperlihatkan P value (0,05) yakni ditemukannya Hubungan Berat Badan Lahir Rendah (BBLR) Dengan Kejadian Stunting Pada Balita di Klinik Pratama Rawat Inap Santi Meliala Tahun 2023.

Downloads

Published

2024-05-19

How to Cite

Siregar, D. N., Sinurat, S. Y., Wulandari, S., Nasution, S. A., Nurhayati, S., & Asma, S. (2024). Hubungan Berat Badan Lahir Rendah (BBLR) dengan Kejadian Stunting Pada Balita. Innovative: Journal Of Social Science Research, 4(3), 5283–5292. Retrieved from https://j-innovative.org/index.php/Innovative/article/view/7536