Air Dan Konflik Sosial: Krisis Air Bersih di Kota Cirebon Pada Masa Kolonial Belanda (Abad 19-20)

Authors

  • Anwar Firdaus Mutawally Universitas Padjadjaran
  • Dade Mahzuni Universitas Padjadjaran

Keywords:

Cirebon, Krisis Air Bersih, Masa Kolonial, Sosiologi Lingkungan

Abstract

Artikel ini bertujuan untuk menjelaskan faktor penyebab kelangkaan air bersih, dan upaya masyarakat Kota Cirebon untuk menanggulangi masalah air bersih pada masa kolonial Belanda. Penelitian menggunakan pendekatan sosiologi lingkungan, terutama untuk membuktikan teori Homer-Dixon mengenai konflik akibat kelangkaan sumber daya alam. Metode yang digunakan ialah metode sejarah dengan empat tahap yakni heuristik, kritik, interpretasi, dan historiografi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa faktor penyebab krisis air bersih di Cirebon diakibatkan perubahan pola pembangunan kota dan perilaku masyarakat kota yang membuang sampah sembarangan ke lingkungan sekitar. Akibatnya terjadi krisis air bersih yang berlangsung dari abad ke-19 sampai abad ke-20. Berdasarkan temuan didapatkan kenyataan bahwa terjadi konflik perebutan air bersih antara pemerintah, tukang air, dan masyarakat. Air bersih tidak hanya langka karena faktor alamiah melainkan juga karena dikuasai oleh pemerintah kolonial. Meskipun demikian, krisis air bersih tidak menyebabkan migrasi besar-besaran keluar dari Cirebon.

Author Biographies

Anwar Firdaus Mutawally, Universitas Padjadjaran

Ilmu Sejarah

Dade Mahzuni, Universitas Padjadjaran

Ilmu Sejarah

Downloads

Published

2023-12-12

How to Cite

Mutawally, A. F., & Mahzuni, D. (2023). Air Dan Konflik Sosial: Krisis Air Bersih di Kota Cirebon Pada Masa Kolonial Belanda (Abad 19-20). Innovative: Journal Of Social Science Research, 3(6), 5302–5315. Retrieved from https://j-innovative.org/index.php/Innovative/article/view/6465

Similar Articles

<< < 228 229 230 231 232 233 234 235 236 237 > >> 

You may also start an advanced similarity search for this article.