Determinan Status Perkawinan Pada Catin Yang Melaksanakan Imunisasi Tetanus Toksoid di Puskesmas Wanajaya Kecamatan Cibitung Periode Januari – Juni Tahun 2023.
Keywords:
pelaksanaan imunisasi catin TT, Status Perkawinan, karakteristikAbstract
Pendahuluan : Sustainable Development Goals (SDGs) merupakan suatu program untuk pembangunan berkelanjutan yang bertujuan mensejahterakan masyarakat dimana salah satu tujuannya adalah menurunkan angka kematian anak. Angka kematian Bayi di Indonesia belum memenuhi target Sustainable Development Goals (SDGs) sebanyak 12 kematian bayi per 1000 kelahiran hidup pada tahun 2030 dan pada tahun 2012 angka kematian bayi mencapai 32 per 1000 kelahiran hidup. Pelaksanaan imunisasi TT pada wanita yang hendak menikah akan meningkatkan kekebalan tubuh dari infeksi tetanus. Kekebalan tubuh itu akan diwariskan kepada bayinya ketika proses persalinan. Jadi, bayi yang baru lahir aman dari infeksi tetanus (Joyce Angela, 2015) Berdasarkan studi pendahuluan di Wilayah kerja puskesmas Wanajaya selama 2 tahun terakhir , pada tahun 2021 11,4%, Tahun 2022 diperoleh 14,9 %, survei tersebut pada pada bulan Juli 2023 di KUA kecamatan Cibitung terlihat yang melakukan imunisasi 24.7% dan 14.9% bertempat di Puskesmas Wanajaya. Rendahnya angka pelaksanaan imunisasi TT pada calon pengantin 2023 maka peneliti tertarik untuk melakukan penelitian. Tujuan umum : Mengetahui Determinan status perkawinan Terhadap Pelaksanaan Imunisasi Tetanus Toksoid Pada Calon Pengantin Di Puskesmas Wanajaya Kecamatan Cibitung Periode Januari - Juni Tahun 2023. Metode : Jenis penelitian yang digunakan bersifat analitik dengan pendekatan secara cross sektional yang bertujuan untuk mengetahui determinan status perkawinan terhadap pelaksanan imunisasi tetanus toksoid di Puskesmas Wanajaya Cibitung Periode Januari – Juni tahun 2023. Hasil : Hasil uji statistik dengan menggunakan uji Chi square menunjukkan nilai p-value 1,000 (p>0,05) sehingga dapat disimpulkan tidak ada hubungan antara pekerjaan calon pengantin dengan status perkawinan yang melaksanakan imunisasi tetanus toksoid (TT) Di Puskesmas Wanajaya Kecamatan Cibitung Periode Januari - Juni Tahun 2023. Simpulan : Dari 33 calon pengantin yang melaksanakan imunisasi Imunisasi Tetanus Toksoid berdasarkan umur sebagian besar berumur ≥ 20 Tahun sebanyak 24 orang (72.7%). Sedangkan < 20 Tahun berjumlah 9 orang (27.3%). Pendidikan sebagian besar pendidikan terakhir Tinggi (SMA/PT) sebanyak 23 orang (69.7%). Sedangkan pendidikan rendah (SD/SMP) berjumlah 10 orang (30.3%). Pekerjaan sebagian besar tidak bekerja sebanyak 22 orang (66.7%). Sedangkan yang berekrja berjumlah 11 orang (33.3%).







