KAJIAN KAPASITAS PRODUKSI KEBUN SINGKONG TERHADAP TINGKAT KONSUMSI MASYARAKAT KAMPUNG ADAT CIREUNDEU KELURAHAN LEUWIGAJAH KECAMATAN CIMAHI SELATAN KOTA CIMAHI
DOI:
https://doi.org/10.31004/innovative.v5i4.21282Keywords:
Daya dukung lahan, singkong, ketahanan pangan, Kampung Adat CireundeuAbstract
Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis kapasitas produksi kebun singkong terhadap tingkat konsumsi masyarakat adat di Kampung Adat Cireundeu serta merumuskan strategi penguatan ketahanan pangan berbasis kearifan lokal. Metode penelitian menggunakan pendekatan kuantitatif dengan analisis regresi linear berganda, proyeksi produksi pangan selama sepuluh tahun ke depan, serta analisis spasial tutupan lahan menggunakan Sistem Informasi Geografis (SIG). Data yang digunakan mencakup luas lahan singkong, hasil produksi per hektar, jumlah penduduk, dan tingkat konsumsi singkong masyarakat adat selama periode 2015–2024. Hasil penelitian menunjukkan adanya penurunan luas lahan singkong dari 61,00 hektar menjadi 43,57 hektar sejak tahun 2019, yang berimplikasi pada penurunan produksi dari 73,20 ton/tahun menjadi 52,28 ton/tahun. Analisis regresi menunjukkan bahwa variabel kebutuhan singkong berpengaruh signifikan terhadap tingkat konsumsi masyarakat, sedangkan produksi singkong tidak menunjukkan pengaruh signifikan pada taraf kepercayaan 95%. Proyeksi produksi hingga tahun 2034 memperlihatkan tren penurunan yang berpotensi menimbulkan defisit pangan apabila tidak disertai intervensi kebijakan dan peningkatan produktivitas. Analisis spasial tutupan lahan mengungkap bahwa 49,34% wilayah Kampung Adat Cireundeu masih digunakan untuk budidaya singkong, sedangkan 50,66% berupa lahan non-produktif seperti semak belukar dan hutan rimba yang berpotensi dikonversi secara selektif dan berkelanjutan. Penelitian ini menyimpulkan bahwa keberlanjutan ketahanan pangan masyarakat adat Cireundeu sangat bergantung pada perlindungan lahan perkebunan singkong yang tersisa, perluasan area tanam melalui pemanfaatan lahan non-produktif, serta peningkatan produktivitas dengan penggunaan varietas unggul dan penerapan pola tanam ganda. Strategi terpadu berbasis kearifan lokal ini diharapkan mampu memperkuat kemandirian pangan sekaligus menjaga keberlanjutan sistem pertanian tradisional yang menjadi identitas budaya masyarakat Kampung Adat Cireundeu.
References
Analisis Usahatani Singkong di Kampung Adat Cireundeu. (2023). Jurnal Ketahanan Pangan Lokal, 7(2), 45–53. https://doi.org/10.31227/osf.io/xxxxx
Bandung Bergerak. (2023, Oktober 12). Cerita di Balik Beras Singkong Kampung Adat Cireundeu. Bandung Bergerak.https://bandungbergerak.id/article/detail/158798/cerita-di-balik-beras-singkong-kampung-adat-cireundeu
Departemen Kebudayaan dan Pariwisata Republik Indonesia. (2018). Pedoman Pelestarian Kampung Adat di Indonesia. Jakarta: Depbudpar.
Eulis. (2020). Struktur Sosial Kampung Adat dan Kearifan Lokal Masyarakat Sunda. Jurnal Sosiologi Budaya, 12(1), 22–33. https://doi.org/10.7454/jsb.v12i1.1223
Good News from Indonesia. (2024, Desember 11). Cireundeu, Desa Serba Singkong yang Menjaga Tradisi dan Alam. https://www.goodnewsfromindonesia.id/2024/12/11/cireundeu-desa-serba-singkong-yang-menjaga-tradisi-dan-alam
Gufran, & Firmanto, T. (2024). Mewujudkan Ketahanan Pangan Berbasis Kearifan Lokal Uma Lengge Masyarakat Adat Maria Kabupaten Bima. Jurnal Fundamental: Jurnal Ilmiah Hukum, 13(2), 13– https://doi.org/10.34304
Hardono, G. S. (2014). Strategi Pengembangan Diversifikasi Pangan Lokal. Analisis Kebijakan Pertanian, 12(1), 1–17.
Hidayat, A., Suryani, D., & Puspitasari, N. (2021). Local Food Resilience through Cassava Production in West Java. Agricultural Socio-Economics Journal, 5(3), 112–123. https://doi.org/10.1016/j.agsoec.2021.05.004
Kementerian Pangan Nasional. (2024). Laporan Ketahanan Pangan Berbasis Sumber Daya Lokal Tahun 2024. Jakarta: KPN.
Keluyuran. (2025, Januari 8). Fakta Kampung Adat Cireundeu yang Mengonsumsi Singkong. https://keluyuran.com/fakta-kampung-adat-cireundeu
Kota Cimahi. (2019, November 11). Mengenal Kampung Adat Cireundeu. Pemerintah Kota Cimahi. https://cimahikota.go.id/index.php/artikel/detail/1139-mengenal-kampung-adat-cireundeu
Kurniasih, N. (2023). Relasi Nilai Budaya dan Ketahanan Pangan Lokal Masyarakat Adat Sunda. Jurnal Antropologi Indonesia, 44(2), 210–222. https://doi.org/10.7454/ai.v44i2.1342
Kurniawan, B., Sutrisno, H., & Fitria, A. (2022). Cultural Sustainability in Traditional Villages of West Java. Heritage Studies Journal, 4(1), 55–67. https://doi.org/10.3390/hsj4010055
Matheus, R., Kantur, D., & Timba, S. K. (2023, Desember). Potensi dan Strategi Pengembangan Sorgum di Nusa Tenggara Timur dalam Mendukung Ketahanan Pangan Berkelanjutan. Seminar Nasional Politani Kupang ke-6.
Miyasto. (2014). Strategi Ketahanan Pangan Nasional Guna Meningkatkan Kemandirian dan Daya Saing Ekonomi dalam Rangka Ketahanan Nasional. Jurnal Kajian Lemhannas RI, 17, 17–21.
Pemerintah Kota Cimahi. (2018). Peraturan Daerah Kota Cimahi Nomor 2 Tahun 2018 tentang Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah (RPJMD) Kota Cimahi Tahun 2017–2022. Lembaran Daerah Kota Cimahi Nomor 228 Tahun 2018.
Pemerintah Kota Cimahi. (2013). Peraturan Daerah Kota Cimahi Nomor 5 Tahun 2013 tentang Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah (RPJMD) Kota Cimahi Tahun 2012–2017. Lembaran Daerah Kota Cimahi Nomor 161 Tahun 2013.
Pratiwi, M., Rachman, Y., & Putra, E. (2024). Singkong as a Cultural and Food Security Symbol in Cireundeu Community. Jurnal Kebudayaan Nusantara, 8(1), 66–78. https://doi.org/10.52932/jkn.2024.81.0066
Putra, E., Pratiwi, M., & Rachman, Y. (2023). Cassava Production Forecasting Using Linear Trend Model in Rural West Java. Journal of Sustainable Agriculture, 4(2), 65–74. https://doi.org/10.31227/osf.io/ajc45
Rahmawati, T., & Prabowo, R. (2020). Keterkaitan Produksi Singkong dan Kemandirian Pangan di Wilayah Peri-Urban. Jurnal Pangan dan Agroindustri, 7(4), 245–255. https://doi.org/10.25077/jpa.2020.74.245
Rizky & Fasa, A. S. (2024). Strategi Pengembangan Zona Wisata Di Kawasan Batudua Kecamatan Cisitu Kabupaten Sumedang. Universitas Winaya Mukti. GEOPLANART Vol. 7 No. 1 (2024) https://journal.unwim.ac.id/index.php/geoplanart/article/view/782
Santoso, D., & Maulani, L. (2021). Revitalisasi Kampung Adat Jawa Barat dalam Konteks Pariwisata Berbasis Budaya. Jurnal Pariwisata Indonesia, 13(2), 78–91. https://doi.org/10.24832/jpi.v13i2.591
Sari, M., Yuliana, D., & Hartono, A. (2023). GIS-Based Land Evaluation for Sustainable Cassava Farming in Java. Environmental Spatial Analysis Journal, 2(3), 118–129. https://doi.org/10.1080/esa.2023.0146
Suryana, A. (2020). Rice Consumption and Local Food Diversification in Indonesia. Food Policy Review, 15(1), 33–44. https://doi.org/10.1016/j.foodpol.2020.101883
Wahyudi, S., Ramadhan, M., & Indrasari, D. (2023). Socio-Economic Aspects of Cassava Processing in Cireundeu Traditional Village. Journal of Rural Development and Culture, 6(2), 115–124. https://doi.org/10.32629/jrdc.v6i2.323
Wulandari, F., & Saptadi, D. (2022). Land-Use Change and Cultural Impact on Traditional Settlements in Cimahi. Regional Development Review, 5(3), 221–234. https://doi.org/10.31227/osf.io/xxxx
Yuliani, S., Haris, F., & Nugroho, T. (2022). Evaluasi Kesesuaian Lahan untuk Tanaman Pangan Berbasis SIG di Jawa Barat. Jurnal Geografi Indonesia, 36(2), 77–89. https://doi.org/10.7454/jgi.v36i2.890
Downloads
Published
How to Cite
Issue
Section
License
Copyright (c) 2025 Buntaram Buntaram, Lucky Johan Lazuardi, Achmad Saeful Fasa, Citra Artifiani Havianto

This work is licensed under a Creative Commons Attribution-ShareAlike 4.0 International License.







