Analisis Daya Tarik Wisata Gua Rangko Manggarai Barat, Nusa Tenggara Timur
DOI:
https://doi.org/10.31004/innovative.v5i4.20809Keywords:
Aksesibilitas, Atraksi Wisata, Daya Tarik Wisata, Gua Rangko, Komponen 5AAbstract
Labuan Bajo merupakan salah satu daerah yang memiliki Daya Tarik Wisata yang banyak diminati oleh wisatawan baik itu wisatawan mancanegara ataupun wisatawan nusantara. Salah satu atraksi wisata yang dikunjungi oleh wisatawan yaitu destinasi wisata Gua Rangko, wisata Gua Rangko memiliki daya tarik berupa gua yang didalamnya terdapat kolam air yang bersih dan jernih serta stalaktit dan stalagmit pada bagian atap gua. Selain daya tarik yang ada di dalam gua pada bagian luar gua juga terdapat pantai dengan pemandangan yang indah dan sejuk. Tujuan penelitian ini yaitu untuk mengetahui daya tarik wisata 5A (Attraction, Ameinities, Ancillary, Accesibilities, Activity) di Destinasi Wisata Gua Rangko sebagai destinasi tujuan wisata. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah kualitatif deskriptif. Teknik pengumpulan data yang digunakan adalah Pusposive Sampling yaitu menguraikan data dari hasil wawancara, dokumentasi, observasi, dan studi pustaka yang diperoleh selama proses penelitian berlangsung. Hasil penelitian menunjukan bahwa Destinasi Wisata Gua Rangko memiliki potensi wisata yang bisa dijadikan sebagai daya tarik wisata dari segi komponen 5A (Attraction, Ameinities, Ancillary, Accesibilities, Activity) yang sudah tersedia namun masih banyak yang perlu dibenahi salah satunya yaitu kurangnya kesadaran masyarakat akan pentingnya pariwisata. Kesimpulan dari penelitian ini menunjukkan bahwa meskipun Gua Rangko telah memiliki komponen yang memadai dalam hal aksesibilitas, amenitas, atraksi, aktivitas, dan layanan pendukung, masih diperlukan perbaikan dan pengembangan agar destinasi ini dapat tumbuh dan menarik lebih banyak wisatawan. Rendahnya kualitas sumber daya manusia di Dusun Rangko menjadi salah satu kendala dalam pengelolaan pariwisata secara optimal. Hal ini disebabkan oleh kurangnya kesadaran masyarakat mengenai potensi pariwisata yang dapat berkontribusi terhadap peningkatan pendapatan ekonomi lokal. Sebagian besar masyarakat belum menunjukkan kepedulian terhadap peluang tersebut karena merasa tidak memperoleh manfaat langsung dari kegiatan pariwisata. Hanya sebagian kecil masyarakat yang menyadari pentingnya potensi pariwisata yang dimiliki oleh Gua Rangko.
References
A.Yoeti. (2017) Pemasaran Pariwisata. Bandung: Angkasa Bandung.
Anugeraheni (2020:16) Pengertian Daya Tarik Wisata. Malang. Jurnal Administrasi
Brown and Stange. (2015). Tourism Leisure, Strategi Pengembangan dan Pengelolaan Resort and Leisure
Brown, and Stange. (2015). Tourism Destination Management. Washington University
Chaerunissa, S. F., & Yuniningsih, T. (2020). Analisis Komponen Pengembangan Pariwisata Desa Wisata Wonolopo Kota Semarang. Journal of Public Policy and Management Review, 9(4),159-175.
Choirunnisa, I, & Karmilah, M. (2021). Strategi Pengembangan Pariwisata Budaya Studi Kasus: Kawasan Pecinan Lasem, Kampung Lawas Maspati, Desa Selumbang
Darmawan, D.S. (2019). Pengaruh Atraksi, Aksesibilitas, Amenitas, Ansilari Terhadap Kepuasan Wisatawan di Pantai Gemah Kabupaten Tulungagung.
Dimoska, Tatjana, and Boris Trimcev. (2012). Competitiveness Strategies For Suporting Economic Development of the Touristic Destination, Procedia-social and Behavioral Sciences
Fauziah,Eddyono. (2021). Pengelolaan Destinasi Pariwisata. Jawa Timur: Uwais Inspirasi Indonesia
Hadiwijoyo, Surya Sakti. (2012). Perencanaan Pariwisata Pedesaan Berbasis Masyarakat (Sebuah Pendekatan Konsep). Yogyakarta: Graha Ilmu
Ismayanti. (2010). Pengantar Pariwisata. Jakarta:Gramedia Widisarana.
J, Moleong, Lexy. (2006). Metodologi Penelitian Kualitatif. Bandung: PT Remaja ROSDAKARYA
Jaini, N., Ismail, H. N., Anuar, A. N. A., & Rashid, M. F. R. (2021). A review on the classical concept of tourism attraction. Journal of Tourism Hospitality and Environment Management, 6(26), 163–171.
Koen, Meyers. (2017). Pengertian Pariwisata.
Masyhudzulhak. (2013:38). Memahami Penelitian dan Metodologi Penelitian. Bogor: Lemabaga dan Pengembangan Sumber Daya Manusia (LP2S)
Moleong, Lexy J. (2017). Metode Penelitian Kualitatif, Bandung: PT.Remaja Rosdakarya Offset.
Sugiyono. (2011). Metode Penelitian Pendidikan. Bandung:Alfabeta
Sugiyono. (2012). Metode Penelitian Kuantitatif, Kualitatif, dan R&D. Bandung:Alfabeta
Sugiyono. (2013). Metode Penelitian Kuantitatif, Kualitatif, dan R&D. Bandung: Alfabeta
Sugiyono. (2017). Cara Mudah Menyusun: Skripsi, Tesis dan Disertasi. Bandung:Alfabeta
Sunaryi (2013:159). Kebijakan Pembangunan Destinasi Pariwisata Konsep dan Aplikasinya di Indonesia. Yogyakarta:Gava Medi
Suwena, I, Ketut dan Widyatmaja, I,G,N. (2017). Pengetahuan Dasar Ilmu Pariwisata, Bali: Udayana University Perss
Undang-Undang Republik Indonesia Nomor 10 Tahun 2009 Tentang Kepariwisataan
Widyastuti, Sri. (2017). Manajemen Komunikasi Pemasaran Terpadu. Jakarta Selatan:FEB-UP Press
Widyoko, Eko Putra. (2014). Teknik Penyusunan Instrumen Penelitian. Yogyakarta: Pustaka Pelajar
Wirawan, Putu Eka & I Made Trisna (2021). Pengantar Pariwisata Denpasar Bali:IPB Internasional Press
Downloads
Published
How to Cite
Issue
Section
License
Copyright (c) 2025 Indra Ratna Sari, Laurensius Sandrio

This work is licensed under a Creative Commons Attribution-ShareAlike 4.0 International License.







