Hubungan Regulasi Emosi Dengan Insomnia Mahasiswa Angkatan 2021 Program Studi Kedokteran Fakultas Kedokteran Universitas Tanjungpura
DOI:
https://doi.org/10.31004/innovative.v5i4.20225Keywords:
Regulasi Emosi, Insomnia, Mahasiswa KedokteranAbstract
Latar Belakang: Gangguan tidur adalah dimana seorang individu sulit dalam memulai atau mempertahankan tidurnya ataupun keduanya meskipun mempunyai kesempatan untuk melakukan keduanya disebut insomnia. Faktor-faktor baik eksternal maupun internal dari perilaku sulit tidur (insomnia) adalah emosi, kecemasan, dan depresi. Mahasiswa seringkali merasakan emosi positif, seperti menikmati pembelajaran, harapan untuk sukses, dan kebanggaan atas pencapaian yang didapat, namun tidak jarang pula emosi negatif muncul seperti rasa marah terhadap tuntutan tugas, rasa takut untuk gagal, atau bahkan kebosanan dalam lingkup pendidikan. Tujuan: Untuk mengetahui hubungan antara regulasi emosi dan insomnia pada mahasiswa Angkatan 2021 Program Studi Kedokteran Universitas Tanjungpura. Metode: Penelitian ini termasuk jenis penelitian kuantitatif metode analitik dengan rancangan penelitian cross sectional. Hasil: Penelitian ini diisi oleh 80 responden, dengan distribusi regulasi emosi sebagian besar memiliki regulasi emosi tinggi dengan total 51 orang (63,7%) dan memiliki regulasi emosi sedang sebanyak 29 orang (36,3%). Distribusi insomnia sebagian besar responden mengalami insomnia sedang sebanyak 33 orang (41,3%), tidak insomnia sebanyak 25 orang (31,2%), insomnia ringan sebanyak 20 orang (25%) dan insomnia berat sebanyak 2 orang (2,5%). Kesimpulan: Terdapat hubungan antara regulasi emosi dan insomnia pada mahasiswa Angkatan 2021 Program Studi Kedokteran Universitas Tanjungpura.
Kata Kunci: Regulasi Emosi, Insomnia, Mahasiswa Kedokteran
References
Agasni, A. A., & Indrawati, E. S. (2015). Kecerdasan spiritual dengan regulasi emosi pada mahasiswa program pendidikan sarjana kedokteran. Jurnal Empati, 4(1), 23–27.
Amaranggani, A. P., dkk. (2021). Self-compassion dan negative emotional states pada mahasiswa kedokteran umum: Hubungan dan prevalensi. Journal An-Nafs: Kajian Penelitian Psikologi, 6(2), 215–230.
Aprilia, N. S., & Yoenanto, N. H. (2022). Pengaruh regulasi emosi dan persepsi dukungan sosial terhadap stres akademik mahasiswa yang menyusun skripsi. Buletin Riset Psikologi Dan Kesehatan Mental (BRPKM), 2(1), 19–30.
Chen, Y., et al. (2024). Different emotion regulation strategies mediate the relations of corresponding connections within the default-mode network to sleep quality. Brain Imaging and Behavior, 18(2), 302–314.
Fauzan, M. A., dkk. (2024). Hubungan tingkat stres dalam pegerjaan skripsi dengan kejadian insomnia pada mahasiswa Fakultas Kedokteran Universitas Lambung Mangkurat. Homeostasis, 7(2), 453–460.
Galbiati, A., et al. (2020). The association between emotional dysregulation and REM sleep features in insomnia disorder. Brain and Cognition, 146, 1–8. https://doi.org/10.1016/j.bandc.2020.105642
Haryati, H., dkk. (2020). Faktor yang mempengaruhi kualitas tidur mahasiswa Fakultas Kedokteran Universitas Halu Oleo: Factors affecting the sleep quality of Halu Oleo University Medical School Students. Jurnal Surya Medika (JSM), 5(2), 22–33. https://doi.org/10.33084/jsm.v5i2.1288
Hasibuan, M. A. R., dkk. (2022). Hubungan vertigo dengan insomnia pada mahasiswa Fakultas Kedokteran Universitas Prima Indonesia 2019. PRIMER (Prima Medical Journal), 7(2), 48–52.
Hasmarlin, H., & Hirmaningsih, H. (2019). Self-compassion dan regulasi emosi pada remaja. Jurnal Psikologi, 15(2), 148–156.
Hikmah, N., dkk. (2023, Juli 4). Hubungan konsumsi kopi, aktivitas fisik, dan stres akademik terhadap kualitas tidur mahasiswa kedokteran. Majalah Kedokteran Andalas, 46(4), 592–599.
Mulyana, O. P., dkk. (2020). Perbedaan regulasi emosi ditinjau dari jenis kelamin mahasiswa pada pandemi Covid-19. PSISULA: Prosiding Berkala Psikologi, 2, 238–250.
Nasution, I. N. (2017). Hubungan kontrol diri dengan perilaku sulit tidur (insomnia). Psychopolytan (Jurnal Psikologi), 1(1), 39–48.
Ramdhani, S. F., dkk. (2020). Hubungan tingkat kecerdasan emosi dengan derajat depresi pada mahasiswa kedokteran. Wacana, 12(1), 110–132.
Ranti, N. B. P. (2022). Kebiasaan konsumsi kopi, penggunaan gadget, stres dan hubungannya dengan kejadian insomnia pada mahasiswa. Jambura Journal of Epidemiology, 1(1), 20–28.
Ratnaningtyas, T. O., & Fitriani, D. (2019). Hubungan stres dengan kualitas tidur pada mahasiswa tingkat akhir. Edu Masda Journal, 3(2), 181–191.
Regli, J., et al. (2024). Psychiatric characteristics, symptoms of insomnia and depression, emotion regulation, and social activity among Swiss medical students. Journal of Clinical Medicine, 13(15), 4372.
Rusnaini, B., dkk. (2024, Agustus). Wudhu sebagai psikoterapi Islam untuk menurunkan gangguan tidur insomnia pada mahasiswa. In Proceeding Conference on Psychology and Behavioral Sciences (Vol. 3, pp. 125–132).
Strähl, A. N. (2023). Insomnia in modern world (Doctoral dissertation, University of Zagreb. School of Medicine).
Susanti, L. (2015). Faktor-faktor yang mempengaruhi kejadian insomnia di Poliklinik Saraf RS dr. M. Djamil Padang. Jurnal Kesehatan Andalas, 4(3).
Vandekerckhove, M., et al. (2011). The role of presleep negative emotion in sleep physiology. Psychophysiology, 48(12), 1738–1744.
Vandekerckhove, M., & Wang, Y. L. (2017). Emotion, emotion regulation and sleep: An intimate relationship. AIMS Neuroscience, 5(1), 1–17.
Downloads
Published
How to Cite
Issue
Section
License
Copyright (c) 2025 Rizqi Mulyadin, Fitri Sukmawati, Effiana Effiana

This work is licensed under a Creative Commons Attribution-ShareAlike 4.0 International License.







