Ketahanan Ekonomi Keluarga di Era Digital: Perspektif Ekonomi dan Hukum Islam
DOI:
https://doi.org/10.31004/innovative.v5i3.19854Abstract
Perkembangan teknologi digital telah membawa perubahan fundamental dalam perilaku ekonomi rumah tangga. Akses internet berkecepatan tinggi dan penetrasi ponsel pintar memunculkan peluang pendapatan baru, namun juga menciptakan risiko ketidakstabilan ekonomi dan kerentanan terhadap penipuan berbasis daring. Artikel ini bertujuan menganalisis determinan ketahanan ekonomi keluarga Muslim di Indonesia pada era digital dengan menelaah prinsip ekonomi Islam dan kerangka hukum Islam sebagai panduan normatif. Metode penelitian menggunakan pendekatan kualitatif berbasis studi literatur, analisis dokumen, dan triangulasi tematik. Hasil kajian menunjukkan bahwa literasi keuangan digital, diversifikasi pendapatan, komitmen pada etika syariah, serta dukungan kerangka hukum perlindungan konsumen syariah merupakan empat pilar utama ketahanan ekonomi keluarga. Temuan ini berkontribusi bagi pengambil kebijakan dalam merancang intervensi berbasis nilai Islam guna memperkuat keluarga di tengah disrupsi digital.
Kata Kunci: Ketahanan Ekonomi Keluarga; Ekonomi Islam; Hukum Islam; Literasi Keuangan Digital
References
APJII. (2025). Survei Penetrasi Internet Indonesia 2025. Jakarta: APJII.
Bank Indonesia. (2024). Laporan Indeks Literasi Keuangan Digital Syariah Nasional. Jakarta: BI.
Baznas Inhil. (2025). Laporan Program Literasi Keuangan Syariah Sekolah. Tembilahan: BAZNAS Indragiri Hilir.
Becker, G. S. (1981). A Treatise on the Family. Cambridge, MA: Harvard University Press.
Chapra, M. U. (2008). The Islamic Vision of Development in the Light of Maqasid al‑Shari‘ah. Jeddah: IRTI‑IDB.
Claveria, R., & Dacanay, J. (2024). Digital Entrepreneurship and Household Resilience in Southeast Asia. Journal of Asian Economics, 89, 101543.
DFID. (2014). The Household Economic Resilience Framework. London: Department for International Development.
Kahf, M. (2015). Principles of Islamic Economics: A Review. Journal of King Abdulaziz University (JKAU): Islamic Econ., 28(2), 3‑26.
Karim, A. A. (2019). Ekonomi Islam Kontemporer. Bandung: Alfabeta.
Laudon, K. C., & Laudon, J. P. (2018). Management Information Systems: Managing the Digital Firm (15th ed.). Pearson.
Morduch, J. (1995). Income Smoothing and Consumption Smoothing. Journal of Economic Perspectives, 9(3), 103‑114.
Mubyarto, B. (2004). Ekonomi Keluarga: Teori dan Praktik. Yogyakarta: Pustaka Pelajar.
Nasution, M. (2016). Pembangunan Ekonomi Berbasis Keluarga dalam Perspektif Islam. Jakarta: Gramedia.
OECD. (2023). Digital Financial Literacy Toolkit. Paris: OECD Publishing.
Otoritas Jasa Keuangan. (2024). Statistik Perasuransian Syariah Indonesia. Jakarta: OJK.
Wahyuni, S., & Handayani, T. (2021). Pengaruh nilai agama dan budaya terhadap pengelolaan keuangan keluarga di Indonesia. Jurnal Ekonomi dan Keuangan, 15(2), 45-60.
Sari, N., & Azhari, A. (2023). Resilience of Craft Households During COVID‑19: Evidence from Lombok, Indonesia. Indonesian Journal of Economics, 12(1), 45‑62.
Tanner, T., et al. (2015). Strengthening Household Resilience to Climate and Economic Shocks. World Development, 74, 19‑32.
Turban, E., & Volonino, L. (2011). Information Technology for Management (8th ed.). Wiley.
Undang‑Undang Republik Indonesia Nomor 21 Tahun 2008 tentang Perbankan Syariah.
World Bank. (2022). Harnessing Digital Technologies for Inclusive Growth in Indonesia. Washington, DC: World Bank
Downloads
Published
How to Cite
Issue
Section
License
Copyright (c) 2025 Junaidi Junaidi, Najamuddin Najamuddin, Amaruddin Amaruddin

This work is licensed under a Creative Commons Attribution-ShareAlike 4.0 International License.







