Gambaran Self-Compassion Pada Dewasa Awal Korban Body Shaming
DOI:
https://doi.org/10.31004/innovative.v5i3.18784Keywords:
self compassion, body shaming, dewasa awalAbstract
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui gambaran self-compassion pada dewasa awal yang mendapatkan perlakuan body shaming dari orang-orang di lingkungan sekitarnya. Jenis penelitian ini merupakan jenis penelitian kualitatif dengan metode fenomenologi. Metode pengumpulan data yang digunakan adalah wawancara dan observasi. Teknik analisa data yang digunakan, yaitu menyiapkan data, membaca data secara keseluruhan, melakukan coding pada data, membuat tema-tema yang akan dianalisis dari coding data, menyajikan tema-tema menjadi bentuk narasi, serta melakukan interpretasi pada data. Hasil penelitian menunjukkan bahwa subjek penelitian setelah mendapat perlakuan body shaming cenderung memiliki self-compassion yang rendah, namun di usia dewasa awal subjek JT sudah mampu untuk mengatasi pemikiran negatif mengenai dirinya dan mampu menerima kondisi dirinya apa adanya serta hingga saat ini subjek sedang berusaha untuk lebih menyayangi diri sendiri salah satu cara yang dilakukan subjek adalah dengan merawat diri.
Kata Kunci: self-compassion, body shaming, dewasa awal
References
[1] Burychka, D., Miragall, M., & Baños, R. M. (2021). Towards a comprehensive understanding of body image: Integrating positive body image, embodiment and self-compassion. Psychological Belgica, 61(1), 248–261. https://doi.org/10.5334/PB.1057
[2] Creswell, J. W. (2015). Qualitative inquiry & research design: Choosing among five approach. Sage Publications.
[3] Farid, M. (2018). Fenomenologi: Dalam penelitian ilmu sosial. Prenada Media.
[4] Gani, A. W., & Jalal, N. M. (2021). Persepsi remaja tentang body shaming. Jurnal IKRA-ITH Humaniora, 5(2).
[5] Hardani, Auliya, N. H., Andriani, H., Fardani, R. A., Ustiawaty, J., Utami, E. F., Sukmana, D. J., & Istiqomah, R. R. (2020). Metode penelitian kualitatif & kuantitatif. Pustaka Ilmu.
[6] Haryati, A., Noviyanti, A., Cahyani, R., & Lesta, L. (2021). Peran lingkungan terhadap rasa percaya diri mahasiswa yang mengalami body shaming. Bulletin of Counseling and Psychotherapy, 3(2). https://doi.org/10.51214/bocp.v3i2.112
[7] Isnaeni, R., & Nashori, H. F. (2022). Pengaruh religiusitas dan welas asih diriterhadap kesejahteraan psikologis orang tua anak berkebutuhan khusus. Psikologika: Jurnal Pemikiran dan Penelitian Psikologi, 27(1), 147-164. https://doi.org/10.20885/10.20885/psikologika.vol27.iss1.art10
[8] Khairun, A. A., Equatora, M. A., Zulyadi, T., & Saputra, H. (2023). Penyuluhan body shaming di SMA Negeri 1 Darul Imarah Aceh Besar. Indonesian Journal of Community Services, 2(1), 5-8. https://doi.org/10.47540/ijcs.v2i1.802
[9] Lenaini, I. (2021). Teknik pengambilan sampel purposive dan snowball sampling. Historis: Jurnal Kajian, Penelitian dan Pengembangan Pendidikan Sejarah, 6(1), 33-39.
[10] Mills, J. S., Minister, C., & Samson, L. (2022). Enriching sociocultural perspectives on the effects of idealized body norms: Integrating shame, positive body image, and self-compassion. Front Psychol, 1–18. https://doi.org/10.3389/fpsyg.2022.983534
[11] Moleong, L. J. (2016). Metodologi penelitian kualitatif. Remaja Rosdakarya.
[12] Muhajir, M. A. (2019). Body Shaming, Citra Tubuh, dan Perilaku Konsumtif (Kajian Budaya Populer). MIMIKRI, 5(1), 77-90.
[13] Neff, K., & Germer, C. (2018). The mindful self-compassion workbook. The Guilford Press.
[14] Nugrahani, F. (2014). Metode penelitian kualitatif. Cakra Books.
[15] Octaviana, N. M., & Uyun, Z. (2024). Self-compassion pada remaja yang mengalami body shaming (Doctoral dissertation, Universitas Muhammadiyah Surakarta).
[16] Pranowo, T. A., & Kusumastiti, W. T. (2022). Layanan bimbingan dan konseling untuk pelaku dan korban body shaming. Bulletin of Counseling and Psychotherapy, 4(3), 575-583. https://doi.org/10.51214/bocp.v4i3.398
[17] Restiana, R., & Dwiastuti, I. (2021). Gambaran psikologis korban body shaming: melalui tinjauan body dissatisfaction dengan self-esteem dan afek negatif. In Seminar Nasional Psikologi dan Ilmu Humaniora (SENAPIH) (Vol. 1, No. 1, pp. 430-436).
[18] Rismalika, P., Syawalido, L., Nurhaliza, S. P., & Fajrussalam, H. (2023). Urgensi penanganan penyimpangan pada anak: Perilaku body shaming. ARIMA : Jurnal Sosial Dan Humaniora, 1(2), 198-200. https://jurnalistiqomah.org/index.php/arima/article/view/341
[19] Sidiq, U., Choiri, M., & Mujahidin, A. (2019). Metode penelitian kualitatif di bidang pendidikan. Journal of Chemical Information and Modeling, 53(9), 1-228.
[20] Sugiyono. (2018). Metode penelitian kuantitatif, kualitatif, dan R&D. Alfabeta.
Downloads
Published
How to Cite
Issue
Section
License
Copyright (c) 2025 Ridha Wahyuni

This work is licensed under a Creative Commons Attribution-ShareAlike 4.0 International License.







