Hubungan Pemberian FE Terhadap Kadar HB Pada Anak Stunting Dengan Anemia Di Wilayah Kecamatan Babulu

Authors

  • Sumanti Sumanti INSTITUT TEKNOLOGI KESEHATAN DAN SAINS WIYATA HUSADA SAMARINDA
  • Risnawati Risnawati INSTITUT TEKNOLOGI KESEHATAN DAN SAINS WIYATA HUSADA SAMARINDA

DOI:

https://doi.org/10.31004/innovative.v5i2.18683

Keywords:

Anemia, Kadar Hemoglobin, Stunting, suplementasi zat besi (FE)

Abstract

Stunting dan anemia merupakan masalah gizi yang berdampak negatif pada pertumbuhan fisik dan perkembangan kognitif anak-anak di Indonesia. Kedua kondisi ini sering menyebabkan penurunan kadar hemoglobin (Hb), yang berisiko bagi kesehatan jangka panjang. Suplementasi zat besi (Fe) menjadi solusi potensial untuk meningkatkan kadar Hb dan memperbaiki status gizi. Tujuan : Penelitian ini bertujuan mengevaluasi pengaruh suplementasi Fe terhadap peningkatan kadar Hb pada anak-anak stunting dan anemia di Puskesmas di Kecamatan Babulu. Metode: Menggunakan desain pra-eksperimen dengan pre-test dan post-test tanpa kelompok kontrol, penelitian ini melibatkan 31 anak. Pengukuran kadar Hb dilakukan sebelum dan setelah pemberian Fe menggunakan Hb-meter, dan data dianalisis dengan SPSS. Hasil : Hasil penelitian menunjukkan peningkatan signifikan kadar Hb, dari rata-rata 10,329 menjadi 11,119 setelah pemberian Fe. Kesimpulan : Uji Wilcoxon Signed Rank Test menunjukkan pengaruh signifikan suplementasi Fe terhadap peningkatan kadar Hb (p-value = 0,000). Selain dosis Fe, faktor lain yang memengaruhi kadar Hb adalah asupan gizi dan kondisi kesehatan. 

 

Kata Kunci: Anemia, Kadar Hemoglobin (HB), Stunting, Suplementasi Zat Besi (Fe)

 

Stunting and anemia are nutritional problems that have a negative impact on the physical growth and cognitive development of children in Indonesia. Both conditions often cause decreased hemoglobin (Hb) levels, which pose a risk to long-term health. Iron (Fe) supplementation is a potential solution to increase Hb levels and improve nutritional status. Objective: This study aims to provide the effect of Fe supplementation on increasing Hb levels in stunted and anemic children at a Community Health Center in Babulu District. Method: Using a pre-experimental design with pre-test and post-test without a control group, this study involved 31 children. Hb levels were measured before and after Fe administration using an Hb-meter, and the data were analyzed using SPSS. Results: The results showed a significant increase in Hb levels, from an average of 10.329 to 11.119 after Fe administration. Conclusion: The Wilcoxon Signed Rank Test showed a significant effect of Fe supplementation on increasing Hb levels (p-value = 0.000). In addition to the dose of Fe, other factors that affect Hb levels are nutritional intake and health conditions.

 

References

Andersen, C. T., Marsden, D. M., Duggan, C. P., Liu, E., Mozaffarian, D., & Fawzi, W. W. (2023). Oral iron supplementation and anaemia in children according to schedule, duration, dose and cosupplementation: a systematic review and meta-analysis of 129 randomised trials. BMJ Global Health, 8(2), 1-11. Retrieved from https://doi.org/10.1136/bmjgh-2022-010

745.

Anggraini, S., Muthmainnah, M., Septiani, N., & Suganda, T. (2024). Strategi Intervensi Penanganan Stunting di Indonesia: Studi Literatur. SEHATI: Jurnal Kesehatan, 4(1), 15–36. Retrieved from https://doi.org/10.52364 /sehati.v4i1.46.

Darwin, M., et al. (2021). Metode penelitian pendekatan kuantitatif. Bandung: CV Media Sains Indonesia.

Floraa, R., Zulkarnain, M., Fajara, N. A., Faisac, A. F., Nurlaily, N., Ikhsan, I., Slamet, S., & Tanjunge, R. (2019). Serum Iron and Hemoglobin Levels in Children Stunting and Not Stunting in Seluma District. Prosiding SainsTeKes Semnas MIPAKes UMRi, 1 Agustus, 16-22.

Galloway, R., & McGuire, J. (1994). Determinants of compliance with iron supplementation: Supplies, side effects, or psychology. Journal Social Science & Medicine, 39(3), 381–390. Retrieved from https://doi.org/10.1016/0277-9536(94)90135-X.

Ghozali, I. (2019). Analisis Multivariate dengan Program IBM SPSS 25. Semarang: Badan Penerbit Universitas Diponegoro.

Berger, J., Ninh, N. X., Khan, N. C., Nhien, N. V., Lien, D. K., Trung, N. Q., & Khoi, H. H. (2006). Efficacy of combined iron and zinc supplementation on micronutrient status and growth in Vietnamese infants. European journal of clinical nutrition, 60(4), 443-454.

Juffrie, M., Helmyati, S., & Hakimi, M. (2020). Nutritional Anemia In Indonesia Children And Adolescents: Diagnostic Reliability For Appropriate Management. Asia Pacific Journal of Clinical Nutrition, 2(9), 18–31. Retrieved from https://doi.org/10.6133/ APJCN.202012_29(S1).03.

Kleinman, R. E. ., & Greer, F. R. . (2020). Pediatric nutrition. Amerika: American Academy of Pediatrics.

Lanham, S. A., Hill, T. R., Gallagher, A. M., & Vorster, H. H. (2019). Introduction to Human Nutrition (3rd ed.). Wiley-Blackwell: The Nutrition Society Textbook.

Martiani, M., Margawati, A., Mexitalia, M., Agung Rahmadi, F., Ratna Noer, E., Syauqy, A., Ilmu Gizi, D., Ilmu Kesehatan Anak Fakultas Kedokteran Universitas Diponegoro, B., & Kariadi, R. (2021). Asupan Zat Besi Berhubungan dengan Perkembangan Anak Stunting Usia 6-36 Bulan di Semarang. Jurnal Sari Perdati, 23(2), 95-102.

Rohmah, Martina Kurnia. (2023). Mengenal Anemia: Patofisiologi, Klasifikasi, dan Diagnosis. Jakarta: Penerbit BRIN.

Ningrum, N., Setiadi, D., & Sari, M. (2022). Diagnosis Dan Tatalaksana Anemia Defisiensi Besi Pada Anak Usia 0 – 18. Jurnal Penelitian Dan Karya Ilmiah Lembaga Penelitian Universitas Trisakti, 8(1), 99–111. Retrieved from https://doi.org/10.25105/pdk.v8i1.15079.

Nugraheni, A., Margawati, A., Utami, A., & Wahyudi, F. (2023). Hubungan Stunting dengan Anemia, Morbiditas dan Perkembangan Anak Usia Batita di Puskesmas Kebondalem Pemalang. Jurnal Epidemiologi Kesehatan Indonesia, 7(1), 15-23. Retrieved from https://doi.org/10.7454/epidkes.v7i1.6667.

Nuraini, I., Setyo Iswati, R., Hartiningtiyaswati, S., Sains dan Kesehatan, F., PGRI Adi Buana Surabaya, U., Kesehatan, F., & Kesehatan dan Bisnis Surabaya, I. (n.d.). Analisis Kadar Hemoglobin (Hb) Terhadap Balita Stunting Usia 6-59 Bulan. Jurnal Kebidanan, 15(02), 122–129. Retrieved from http://www.ejurnal. stikeseub.ac.id.

Papotot, G. S., Rompies, R., & Salendu, P. M. (2021). Pengaruh Kekurangan Nutrisi Terhadap Perkembangan Sistem Saraf Anak. Jurnal Biomedik: JBM, 13(3), 266-271. Retrieved from https:// doi.org/10.35790/jbm.13.3.2021.31830.

Prawirohartono, E. P. (2021). Stunting : Dari Teori Dan Bukti Ke Implementasi Di Lapangan. Yogyakarta: Gadjah Mada University Press.

Purnamasari, D. M., Lubis, L., & Gurnida, D. A. (2020). Pengaruh Zat Besi Dan Seng Terhadap Perkembangan Balita Serta Implementasinya. Jurnal Sains Dan Kesehatan, 2(4), 497–504. Retrieved from https://doi.org/10.25026/jsk.v2i4.

194.

Sugiyono. (2019). Metode Penelitian Kualitatif, Kuantitatif, dan R&D. Bandung: Alfabeta.

Downloads

Published

2025-04-30

How to Cite

Sumanti, S., & Risnawati, R. (2025). Hubungan Pemberian FE Terhadap Kadar HB Pada Anak Stunting Dengan Anemia Di Wilayah Kecamatan Babulu. Innovative: Journal Of Social Science Research, 5(2), 4136–4149. https://doi.org/10.31004/innovative.v5i2.18683

Similar Articles

1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 > >> 

You may also start an advanced similarity search for this article.

Most read articles by the same author(s)

1 2 > >>