Hubungan Pola Nutrisi Balita dengan Kejadian Stunting di Desa Panduman Jember
DOI:
https://doi.org/10.31004/innovative.v5i2.18639Abstract
Asupan gizi yang dikonsumsi anak secara adekuat dapat membantu pertumbuhan dan perkembangan, mempercepat proses penyembuhan penyakit, memaksimalkan fungsi tubuh, menghindari infeksi dan peradangan. Hasil penelitian Andriani et al.,( 2021) 12,7% ibu memberi makan anak dengan menu tunggal atau menu yang dibuat dari 1 jenis makanan. Kekurangan gizi dalam waktu yang lama dapat mengakibatkan anak mengalami kondisi stunting. Prevalensi balita stunting di Indonesia pada tahun 2022 mencapai 21,6%, Provinsi Jawa Timur 19,2%, dan Kabupaten Jember 34,9%. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan pola pemberian nutrisi dengan kejadian stunting. Desain penelitian ini menggunakan analitik observasional dengan pendekatan crosssectional. Populasi penelitian ialah anak usia 2-3 tahun sebanyak 197 orang, sampel 60 anak, didapat dengan teknik proportional sampling. Pengumpulan data menggunakan kuesioner dan analisis data dengan uji Chi-Square. Didapatkan hasil penelitian 40% responden memiliki pola pemberian nutrisi anak adekuat, 60% pola pemberian nutrisi anak tidak adekuat dan proporsi kejadian tidak stunting 50% dan stunting 50%. Terdapat hubungan antara pola pemberian nutrisi anak dengan kejadian stunting dengan nilai ρ-value = 0,004 < α 0.05. Pola pemberian nutrisi tidak adekuat menyebabkan berat badan anak tetap dan beresiko turun, penurunan berat badan dalam waktu yang lama dapat mengakibatkan stunting. Peran orang tua untuk mencegah kejadian stunting yakni ; memperhatikan frekuensi, jenis, dan porsi pemberian nutrisi pada anak.
Downloads
Published
How to Cite
Issue
Section
License
Copyright (c) 2025 Sinta Nurul Fadilah, Eni Subiastutik, Gumiarti

This work is licensed under a Creative Commons Attribution-ShareAlike 4.0 International License.