Perbedaan Siklus Dan Lama Menstruasi Berdasarkan Indeks Massa Tubuh Akseptor Hormonal Di Puskesmas Ajung
Abstract
Abstrak
Pendahuluan:KB memegang peranan penting dalam mempromosikan kesehatan reproduksi dan merencanakan jumlah anak yang diinginkan salahsatunya dengan menggunakan KB DMPA yang mempunyai efektivitas tinggi akan tetapi mempunyai efek progestagen yang kuat sehingga akseptor DMPA mengalami efek samping seperti kenaikan berat badan dan gangguan menstruasi. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui perbedaan siklus dan lama menstruasi berdasarkan Indeks Massa Tubuh akseptor hormonal. Metode:Penelitian deskriptif comparation dengan pendekatan survey cross-sectional. Populasi sebanyak 75 akseptor DMPA, dengan sampel sebanyak 63 responden, menggunakan teknik simple random sampling. Alat ukur cheklist dengan menggunakan uji One Way Anova. Hasil:Akseptor KB hormonal dengan IMT > 27,0 sebanyak 37%, akseptor KB hormonal dengan siklus menstruasi panjang sebanyak 81%, akseptor KB hormonal dengan lama menstruasi normal sebanyak 73%, analisis siklus menstruasi berdasarkan IMT didapatkan p value 0,554 >α 0,05, analisis lama menstruasi berdasarkan IMT didapatkan p value 0,239 >α 0,05 menunjukkan tidak ada perbedaan siklus dan lama menstruasi berdasarkan IMT akseptor hormonal. Kesimpulan:Pada akseptor hormonal IMT bukan merupakan salah satu penyebab menstruasi menjadi terganggu, keadaan tersebut disebabkan oleh faktor hormonal sehingga respon yang muncul pada setiap akseptor sebagian besar sama. Diharapkan akseptor KB dapat memilih metode KB yang tepat untuk dirinya dan mengetahui efek samping dari KB hormonal.
Kata kunci: Indeks Massa Tubuh, Lama Menstruasi, Siklus Menstruasi.
Downloads
Published
How to Cite
Issue
Section
License
Copyright (c) 2026 Dahnita Afrydiana, Gumiarti, Lulut Sasmito

This work is licensed under a Creative Commons Attribution-ShareAlike 4.0 International License.







