Hubungan antara Organizational Health dan Kinerja pada Pegawai Pemerintah

Authors

  • Salsabila Slamet Riady Universitas Negeri Makassar
  • Lukman Lukman Universitas Negeri Makassar
  • Abdul Rahmat Universitas Negeri Makassar

DOI:

https://doi.org/10.31004/innovative.v4i4.12969

Keywords:

Kinerja, Organizational Health, Pegawai Pemerintah

Abstract

Organizational Health meningkatkan produktivitas kerja yang dapat menjadi solusi terhadap kinerja Pegawai Pemerintah di Indonesia yang masih terbukti rendah. Kinerja dinilai berdasarkan proses yang telah dilakukan pegawai selama bekerja. Organizational Health merupakan faktor yang dapat memengaruhi kinerja pada pegawai pemerintah. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui hubungan antara Organizational Health dan Kinerja. Subyek penelitian (N = 426) merupakan pegawai yang bekerja di instansi pemerintah kota Makassar dengan lama kerja minimal 1 tahun. Penelitian ini menggunakan metode kuantitatif. Pengumpulan data menggunakan dua instrumen yaitu Individual Work Performance Questionnaire (IWPQ) dan Instrument Development Organizational health (IDO). Teknik analisis data menggunakan analisis korelasi Pearson Product Moment. Hasil penelitian menandakan bahwa terdapat hubungan positif antara organizational health dan kinerja pada pegawai pemerintah (r = 0,463, p = 0,000) dimana semakin tinggi skor kinerja, maka semakin tinggi organizational health pada pegawai. Penelitian ini dapat menjadi landasan bagi instansi pemerintah untuk menerapkan organizational health sebagai praktik dalam meningkatkan kinerja pegawai.

Downloads

Published

2024-08-10

How to Cite

Slamet Riady, S., Lukman, L., & Rahmat, A. (2024). Hubungan antara Organizational Health dan Kinerja pada Pegawai Pemerintah. Innovative: Journal Of Social Science Research, 4(4), 9787–9795. https://doi.org/10.31004/innovative.v4i4.12969

Similar Articles

1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 > >> 

You may also start an advanced similarity search for this article.