Hasil Pewarnaan Sediaan Jaringan dengan Fiksatif Normal Buffer Formalin 10% dan Madu Selama Selama 1, 3, dan 7 Hari

Authors

  • Siti Nuryani Poltekkes Kemenkes Yogyakarta
  • Menik Kasiyati Poltekkes Kemenkes Yogyakarta
  • Sujono Sujono Poltekkes Kemenkes Yogyakarta
  • Ririh Jatmi Wikandari Poltekkes Kemenkes Semarang
  • Surati Surati Poltekkes Kemenkes Semarang
  • Ratih Hardisari Poltekkes Kemenkes Yogyakarta

DOI:

https://doi.org/10.31004/innovative.v4i1.9148

Abstract

Pendahuluan: Pelayanan Patologi Anatomi merupakan pelayanan diagnostik dan laboratorium terhadap jaringan dan/atau cairan tubuh, di dalamnya terdapat teknik sitologi dan histologi yaitu fiksasi. Fiksasi selama ini menggunakan bahan formalin  yang berbahaya,  sehingga fiksatif lain seperti madu akan menjadi alternatif pilihan. Perlu kajian dan penelitian yang mendalam terkait madu sebagai bahan fiksatif sebelum digunakan dalam praktek sehari-hari di Laboratorium. Tujuan: Mengetahui pengaruh fiksatif madu  terhadap hasil pewarnaan sediaan, pada konsentrasi  10, 15 dan 20% selama 1, 3 dan 7 hari. Metode:  Objek adalah data primer yang didapat dari pengamatan gambaran mikroskopis sediaan jaringan yang dibuat dengan cara fiksasi menggunakan dua macam fiksatif yaitu Normal buffer formalin 10% sebagai control dan madu 10, 15, dan 20% dengan perendaman selama 1 , 3 dan 7 hari. Pewarnaan yang digunakan adalah Hematoksilin-Eosin. Binatang coba yang  dipakai adalah tikus jantan dewasa, dan organ yang dikai adalah   hepar, intertinal, limpa,  ginjal dan testis. Data  berupa skor gambaran histologis dianalisis secara diskriptif. Hasil : Organ lambung, Intestinal, Limpa, Ginjal, hepar dan testis menggunakan fiksatif kontrol NBF 10% masing-masing menunjukkan t skor 3. Madu 10% 1  hari  skor rata-rata 1,5 ; dengan 15% 1 hari  rata-sata skor 1,9: dengan 20% 1 hari  rata-sata skor 1,3: dengan 20% 3 hari  rata-sata skor 10.6 dan dengan 20% 7 hari  rata-sata skor 0,4. Kesimpulan : Penggunaan madu 10, 15, dan 20% sebagai fiksatif dengan perendaman 1 hari, 3 hari dan 7 hari dari gambarab inti sel, sitoplasma dan kerusakan sel  rata-rata menghasilkan skor dibawah NBF 10%.

Downloads

Published

2024-02-19

How to Cite

Nuryani, S., Kasiyati, M., Sujono, S., Wikandari, R. J., Surati, S., & Hardisari, R. (2024). Hasil Pewarnaan Sediaan Jaringan dengan Fiksatif Normal Buffer Formalin 10% dan Madu Selama Selama 1, 3, dan 7 Hari. Innovative: Journal Of Social Science Research, 4(1), 10877–10885. https://doi.org/10.31004/innovative.v4i1.9148