Pengaruh Moderasi Self Control Pada Electronic Word Of Mouth (EWOM) Melalui Media Sosial Tiktok Terhadap Impulse Buying Konsumen
Abstract
Individu sebagai pengguna Tiktok dan sebagai seorang konsumen dapat memunculkan perilaku impulse buying ketika menerima EWOM. Jika impulse buying ini dilakukan secara terus-menerus, maka dampak negatifnya akan semakin merugikan individu. Tinggi ataupun rendahnya impulse buying ini dapat dipengaruhi oleh bagaimana self control individu. Maka dari itu penelitian ini bertujuan untuk mengetahui apakah self control dapat memoderasi pengaruh electronic word of mouth (EWOM) melalui media sosial Tiktok terhadap impulse buying konsumen. Penelitian ini menggunakan metode penelitian kuantitatif dengan pendekatan explanatory-causal. Teknik sampling yang digunakan yaitu teknik purposive sampling dan mendapatkan 351 orang sampel pengguna Tiktok yang berusia 18-25 tahun berdomisili di kota Padang. Penelitian ini menggunakan alat ukur berupa skala impulse buying yang diadaptasi oleh Andayani (2021) dari Verplanken & Herabadi (2001) skala self control yang diadaptasi oleh Rahmawati (2022) dari Aveirill (1973), dan skala EWOM yang dimodifikasi dari Oktaviani (2021) berdasarkan skala Goyeitte eit al. (2010). Analisis data dilakukan dengan bantuan SPSS 26 dengan teknik analisis regresi linear dan moderated regression analysis (MRA). Hasil penelitian menemukan bahwa self control dapat memoderasi atau melemahkan pengaruh EWOM melalui media sosial Tiktok terhadap impulse buying konsumen.







