Kontribusi Self Control Terhadap Online Self Disclosure Pada Usia Emerging Adulthood Pengguna Second Account Instagram
Abstract
Online Self disclosure pada media sosial adalah hasil dari penghindaran terhadap respon yang tidak menyenangkan saat sedang melakuan interaksi komunikasi yang dua arah secara tatap muka Second account di Instagram adalah sebuah fenomena baru yang muncul di Indonesia. Namun, online self dicslocure juga memiliki efek negative. Oleh karena itu diperlukannya self control untuk mencegah online self disclosure yang bersifat negative. Penelitian yang dilakukan menggunakan jenis kuantitatif yang menggunakan analisis regresi sederhana. Teknik pengumpulan data yang dipakai adalah kuisioner yang dibagikan kepada 349. Teknik ini menggunakan teknik skala likert yang terbuat pernyataan. Hasil uji regresi linear sederhana menghasilkan koefisien korelasi 0,707 dengan P sejumlah 0,000 P 0,05 yang artinya, bahwa H0 ditolak, yang artinya self control berkontribusi terhadap online self disclosure.Berdasarkan hasil koefisien yang diperoleh sebesar 0,582. Terdapat kontribusi positif signifikan antara self control terhadap online self disclosure yang mana setiap penambahan 1% nilai self control,maka online self disclosure akan bertambah 0,582.







