Hubungan Sikap Remaja Putri Tentang Kejadian Anemia dengan Kepatuhan Mengkonsumsi Tablet Tambah Darah Di SMP Sultan Agung Puger
Abstract
Anemia merupakan masalah kesehatan yang sering terjadi pada remaja putri, terutama akibat kekurangan zat besi selama menstruasi. Pemerintah telah menjalankan program pemberian Tablet Tambah Darah (TTD) sebagai upaya pencegahan. Namun, tingkat kepatuhan remaja dalam mengonsumsi TTD masih rendah, yang menandakan adanya hambatan non-teknis, seperti sikap dan perilaku. Metode : Penelitian ini menggunakan desain cross-sectional dengan pendekatan kuantitatif. Populasi dalam penelitian ini adalah seluruh siswi kelas 7, 8, dan 9 di SMP Sultan Agung Puger, sebanyak 49 orang, yang juga menjadi sampel penelitian (total sampling). Data dikumpulkan menggunakan kuesioner mengenai sikap dan kepatuhan, lalu dianalisis menggunakan uji Chi-Square. Hasil : Sebagian besar responden (69,40%) memiliki sikap negatif terhadap pencegahan anemia dan 85,70% tidak patuh dalam mengonsumsi TTD. Uji Chi-Square menunjukkan adanya hubungan signifikan antara sikap dan kepatuhan (p = 0,018) dengan kekuatan hubungan sedang (C = 0,32). Analisis : Hasil menunjukkan bahwa sikap positif tidak selalu berbanding lurus dengan kepatuhan. Faktor penghambat seperti efek samping, kurangnya edukasi, dan minimnya dukungan dari sekolah serta keluarga turut memengaruhi kepatuhan. Ini menegaskan bahwa sikap saja tidak cukup—intervensi edukatif dan dukungan sosial sangat diperlukan. Kesimpulan : Penelitian ini menjustifikasi bahwa untuk meningkatkan keberhasilan program TTD, pendekatan edukatif dan pengawasan aktif dari tenaga kesehatan, guru, dan orang tua sangat penting. Program kesehatan perlu disertai pembentukan sikap dan kebiasaan positif secara konsisten di lingkungan remaja.
Downloads
Published
How to Cite
Issue
Section
License
Copyright (c) 2026 Intan Dwi Octaviana, Riza Umami

This work is licensed under a Creative Commons Attribution-ShareAlike 4.0 International License.







