Kegunaan Ilmu Filsafat Bagi Manusia
DOI:
https://doi.org/10.31004/innovative.v5i4.21431Keywords:
Filsafat Ilmu, Berpikir Kritis, Peradaban Manusia, Etika, LogikaAbstract
Filsafat merupakan cabang ilmu yang memiliki peran fundamental dalam membentuk cara berpikir manusia serta menjadi dasar bagi perkembangan ilmu pengetahuan dan peradaban. Makalah ini bertujuan untuk mengkaji kegunaan ilmu filsafat bagi manusia, baik dalam membentuk pola pikir kritis dan rasional, menemukan makna hidup, maupun dalam mengarahkan perkembangan ilmu dan teknologi agar tetap berorientasi pada nilai kemanusiaan. Metode yang digunakan adalah kajian literatur dengan menelaah pandangan para filsuf dan teori filsafat ilmu terkait peran filsafat dalam kehidupan manusia. Hasil pembahasan menunjukkan bahwa filsafat berfungsi sebagai landasan berpikir reflektif, fondasi epistemologis ilmu pengetahuan, pengontrol etika dalam kemajuan teknologi, serta sarana membangun kesadaran sosial dan toleransi dalam kehidupan bermasyarakat. Selain itu, logika sebagai cabang filsafat berperan penting dalam membimbing manusia untuk berpikir sistematis dan benar agar pengetahuan yang dihasilkan tidak menyesatkan. Dengan demikian, filsafat tidak hanya bersifat teoritis, tetapi juga praktis dalam membentuk manusia yang bijaksana, beradab, dan mampu menghadapi tantangan perkembangan zaman
References
Aegustinawati, & Sofyan Sauri. (2024). Hakikat Ilmu yang Bermanfaat: Tinjauan Filsafat dan Agama. Aksiologi : Jurnal Pendidikan Dan Ilmu Sosial, 1–6. https://doi.org/10.47134/aksiologi.v5i1.188
American Philosophical Association. (2020). APA survey of philosophy departments.
Aristotle. (2001). Metaphysics. Translated by W.D. Ross. Oxford: Clarendon Press.
Audi, R. (2015). The Cambridge dictionary of philosophy. Cambridge University Press.
Comte, A. (1855). The Positive Philosophy. London: John Chapman.
Dewey, J. (1916). Democracy and Education. New York: Macmillan.
Frankl, V. (2006). Man’s Search for Meaning. Boston: Beacon Press.
Habermas, J. (1984). The Theory of Communicative Action. Boston: Beacon Press.
Jonas, H. (1984). The Imperative of Responsibility. Chicago: University of Chicago Press.
Kant, I. (1785/1993). Groundwork of the Metaphysics of Morals. Cambridge: Cambridge University Press.
Kuhn, D. (2012). The role of philosophy in developing critical thinking. Journal of Philosophy of Education, 46(2), 123-140.
Lipman, M. (2003). Thinking in Education. Cambridge: Cambridge University Press.
Plato. (2002). Apology. Translated by G.M.A. Grube. Indianapolis: Hackett.
Popper, K. (2005). The Logic of Scientific Discovery. London: Routledge.
Rawls, J. (1971). A Theory of Justice. Cambridge: Harvard University Press.
Rosyidah, I. (2010). Membentuk Peradaban. Al-HArakah, 12(1), 19–36.
Russell, B. (1945). A history of Western philosophy. Simon & Schuster.
Smith, J. (2018). The impact of philosophy on analytical thinking. Journal of Analytical Philosophy, 5(1), 1-12.
Santoso, F. S., & Priambodo, E. (2025). Scientific Method dalam Ilmu Hukum. 4, 35–46.
Sartre, J.P. (1946). Existentialism is a Humanism. New Haven: Yale University Press.
Downloads
Published
How to Cite
Issue
Section
License
Copyright (c) 2025 Arya Nanda Karyono, Adinda Masthura, Naila Aulia Rahma, Nuzzila Rahmah, Farida Hanum, Mustofa Kamil

This work is licensed under a Creative Commons Attribution-ShareAlike 4.0 International License.







