Analisis Peran Kolaboratif Pemerintah, Akademisi, Dunia Usaha, Masyarakat, Dan Media Dalam Pengembangan Kawasan Seblat Melalui Pendekatan Pentahelix

Authors

  • Lutvia Liyan Sari Universitas Muhammadiyah Bengkulu
  • Sri Indarti Universitas Muhammadiyah Bengkulu

DOI:

https://doi.org/10.31004/innovative.v5i3.20098

Abstract

Penelitian ini mengulas bagaimana kolaborasi berbagai pihak atau aktor dalam konsep Pentahelix berperan dalam pengembangan Taman Wisata Alam (TWA) dan Pusat Latihan Gajah (PLG) Seblat yang berada di Kabupaten Bengkulu Utara. Kawasan ini menyimpan potensi luar biasa sebagai destinasi ekowisata, terutama karena kekayaan alamnya yang masih asri dan keberadaan gajah Sumatera yang menjadi daya tarik utama. Sayangnya, berbagai tantangan masih dihadapi, mulai dari keterbatasan infrastruktur, minimnya jumlah kunjungan wisatawan, hingga belum optimalnya peran dan sinergi antar pemangku kepentingan.Melalui pendekatan kualitatif dengan teknik observasi, wawancara, dan dokumentasi, serta analisis model Miles dan Huberman, artikel ini memetakan peran masing-masing aktor dalam pendekatan Pentahelix. Pemerintah, khususnya melalui BKSDA, telah menjalankan peran regulatif, meskipun masih terkendala anggaran. Akademisi hadir sebagai pencetus ide dan kajian, namun dukungan riset masih terbatas. Dunia usaha telah turut mendukung melalui penyediaan layanan wisata, namun investasi sektor swasta masih belum signifikan. Masyarakat lokal, melalui komunitas seperti Pokdarwis dan Elephant Care Center, aktif terlibat meskipun kapasitas mereka masih perlu diperkuat. Sementara itu, media yang diharapkan mampu memperluas jangkauan informasi dan promosi, belum tampil secara konsisten dan strategis.Dari temuan ini, tampak bahwa keberhasilan pengembangan TWA dan PLG Seblat sangat bergantung pada penguatan sinergi lintas sektor. Komitmen anggaran, pemberdayaan komunitas, serta strategi komunikasi yang lebih terintegrasi menjadi kunci dalam mewujudkan kawasan ini sebagai destinasi wisata konservasi yang berkelanjutan dan berdaya saing.

References

Hardani, dkk (2020) Metode Penelitian Kualitatif & Kuantitatif .Yogyakarta: CV.Pustaka Ilmu Grup

Mahfud, M., & Prof. Dr. Ir. Fandeli, Chafid, M. S. (2011). Kajian Potensi dan Pengembangan Ekowisata Gajah sumatera (Elephas maximus Sumateranus)) di Kawasan Hutan Pusat Latihan Gajah (PLG) Seblat Bengkulu. Universitas Gadjah Mada.

Moleong, L. J. (2014). Metode Penelitian Kualitatif Edisi Revisi. PT Remaja Rosdakarya.

Peraturan Direktur Jenderal Perlindungan Hutan Dan Konservasi Alam Nomor P.7/IV-SET/2011 Tentang Tata Cara Masuk Kawasan Suaka Alam Kawasan Pelestarian Alam Dan Taman Buru.

Peraturan Pemerintah Republik Indonesia Nomor 36 Tahun 2024 tentang Jenis dan Tarif atas Jenis Penerimaan Negara Bukan Pajak yang Berlaku pada Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan.

Senoaji, G., Suharto, E., Lukman, A. H., & Susanti, E. (2024). Kelayakan Ekologis Pengembangan Taman Wisata Alam Seblat sebagai Objek Daya Tarik Wisata di Provinsi Bengkulu Indonesia. Jurnal Ilmu Lingkungan, 22(2), 289–295. https://doi.org/10.14710/jil.22.2.289-295

Sugiyono, P. D. (2013). Metode Penelitian Kuantitatif, Kualitatif, dan R&D. Alfabeta.

Downloads

Published

2025-06-28

How to Cite

Sari, L. L., & Indarti, S. (2025). Analisis Peran Kolaboratif Pemerintah, Akademisi, Dunia Usaha, Masyarakat, Dan Media Dalam Pengembangan Kawasan Seblat Melalui Pendekatan Pentahelix. Innovative: Journal Of Social Science Research, 5(3), 7433–7443. https://doi.org/10.31004/innovative.v5i3.20098

Most read articles by the same author(s)