Penggunaan Cadaver Sebagai Media Pembelajaran dalam Perspektif Islam dan Medis Wilayah Sumedang: Kajian Etika, Legalitas, dan Nilai Lokal dalam Pendidikan Kesehatan
DOI:
https://doi.org/10.31004/innovative.v5i3.19000Keywords:
Adab Islam, Anatomi, Cadaver, Etika Medis, Pendidikan KesehatanAbstract
Penggunaan cadaver sebagai media pembelajaran anatomi dalam pendidikan kesehatan kerap menimbulkan dilema etika dan keagamaan, khususnya di daerah mayoritas Muslim seperti Sumedang. Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji pandangan medis dan Islam terhadap praktik penggunaan cadaver dalam pendidikan kesehatan. Metode yang digunakan adalah kualitatif deskriptif dengan teknik wawancara semi-terstruktur terhadap tokoh agama dan tenaga medis di Sumedang. Hasil menunjukkan bahwa penggunaan cadaver diperbolehkan dalam kondisi darurat dengan syarat tertentu, serta dinilai efektif dalam meningkatkan pemahaman anatomi, menumbuhkan empati, dan membentuk profesionalisme mahasiswa. Penelitian ini menyimpulkan perlunya pedoman etika berbasis religius-lokal agar praktik pendidikan berjalan selaras dengan nilai kemanusiaan, ajaran Islam, serta tuntutan keilmuan di bidang kesehatan. Temuan ini diharapkan dapat menjadi dasar pengembangan kurikulum dan kebijakan pendidikan medis yang kontekstual dan sensitif terhadap nilai-nilai lokal masyarakat.
The use of cadavers as a medium for learning anatomy in medical education often raises ethical and religious dilemmas, especially in Muslim-majority areas such as Sumedang. This study aims to examine the medical and Islamic views on the practice of using cadavers in medical education. The method used was descriptive qualitative with semi-structured interviews with religious leaders and medical personnel in Sumedang. The results show that the use of cadavers is allowed in emergency conditions with certain conditions, and is considered effective in improving anatomical understanding, fostering empathy, and shaping student professionalism. This study concludes that there is a need for religious-local-based ethical guidelines so that educational practices run in harmony with human values, Islamic teachings, and scientific demands in the health sector. The findings are expected to be the basis for curriculum and policy development for medical education that is contextual and sensitive to local values.
References
Al-Ghazali, A. (2018). Islamic Ethics of Life and Death. Cairo: Al-Azhar University Press.
Al-Ghumari Ahmad Bin Muhammad Bin Shiddiq. 2005. Al-Mudawi Li ilal al-Jami as-Shaghir Wasyarhayi al-Munawi . Beirut : Daar al-Kutub al-Ilmiyah. Juz 5. 15
As-Sumaith Zain bin Ibrahim. 2006. Taqriirot as-Sadiidah . Surabaya : Daar Ulum al-Islamiyah.365 2
Candra, C. C., Al Ghifari, M. W., & Soedarsono, C. L. (2024). Islamologi: Jurnal Ilmiah Keagamaan, 1(2), 55–65.
Dunham, L. et al. (2023). SAGE Open Medicine, https://doi.org/10.1177/20503121231171463
Gielen, S. et al. (2020). Clinical Anatomy, https://doi.org/10.1002/ca.23514
Herlina, L. (2019). A tinjauan konsistensi ajaran Islam dalam QS. Al-Baqarah ayat 173 dalam persoalan vaksin MR. JURNAL SCHEMATA Pascasarjana UIN Mataram, 8(2), 167– 182. https://doi.org/10.20414/schemata.v8i2.1569
Rahman, A. (2022). International Journal of Islamic Studies, 8(2), 45–59.
Sharma, R., & Tuli, A. (2021). Indian Journal of Anatomy, https://doi.org/10.1080/09731752.2021.1874920
Wicaksono Arif. 2022. Peran Penting Cadaver dalam pembelajaran anatomi mahasiswakedokteran Departemen anatomi,Vol.12 No. 1, hlm. 59
Wicaksono Arif. Iqbal Nouval. 2018. Komparasi Preservasi Cadaver . Jurnal KesehatanKhatulistiwa, Vol.4, No. 2, hlm. 609 4
Yusuf, M. (2019). Ethical Reflections in Islamic Medical Practice. Jakarta: UI Press.
Downloads
Published
How to Cite
Issue
Section
License
Copyright (c) 2025 Reza Puspita, Amelia Cahya Putri, Bella Ayu Ameliawati, Cania Prasasti, Isti Karomah, Yuni Wulandari, Tedi Supriyadi

This work is licensed under a Creative Commons Attribution-ShareAlike 4.0 International License.







