Perspektif Islam Dan Kesehatan Mengenai Donor Asi: Status Mahram dan Keamanan Kesehatan

Authors

  • Ardi Manggala Kusumawardana Universitas Pendidikan Indonesia
  • Natasya Olga Laurentina Universitas Pendidikan Indonesia
  • Muhammad Enrico Ardian Universitas Pendidikan Indonesia
  • Sabrina Dirga Agustin Universitas Pendidikan Indonesia
  • Syifa Aurelia Salsabila Universitas Pendidikan Indonesia
  • Rafi Mahardika Universitas Pendidikan Indonesia
  • Tedi Supriyadi Universitas Pendidikan Indonesia
  • Akhmad Faozi Universitas Pendidikan Indonesia

DOI:

https://doi.org/10.31004/innovative.v5i3.19361

Keywords:

Donor ASI, Hukum Islam, Mahram Sepersusuan, Perspektif kesehatan dan agama, radha’ah.

Abstract

Pemberian ASI eksklusif penting untuk kesehatan bayi, namun sekitar 15% ibu di Indonesia mengalami hambatan menyusui akibat kurangnya dukungan, gangguan kesehatan, dan kecemasan. Donor ASI menjadi alternatif solusi, meskipun masih menghadapi tantangan medis dan keagamaan. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif melalui wawancara dengan dua tokoh agama dan dua tenaga kesehatan, serta analisis literatur dari berbagai database ilmiah. Hasil menunjukkan bahwa donor ASI diperbolehkan secara medis dan Islam jika memenuhi syarat seperti kesehatan pendonor, kejelasan identitas, dan kepatuhan pada prinsip syariah, khususnya terkait status mahram. Meskipun ada perbedaan pandangan, kolaborasi antara tenaga medis dan tokoh agama dinilai penting. Donor ASI berpotensi menjadi solusi efektif bagi ibu yang kesulitan menyusui jika dilaksanakan sesuai ketentuan. Diperlukan pemahaman menyeluruh dan sinergi lintas sektor untuk meningkatkan penerimaan dan efektivitas praktik ini.

References

AbuMalikKamalbinSayyidSalim,Shahih Fiqh Sunnah wa Adillatuhu wa Taudhihu Madzahib Al-Aimmah, Jil. 3, cet. 1, (Kairo: Al-Maktabah At-Taufiqiyyah, 2003), 82-84.

An-Naisaburi, Muslim bin Al-Hajjaj, Shahih Muslim, Riyadh: Baitu Al-Afkar Ad-Dauliyyah, 1998.

An-Namlah, Abdul Karim bin Ali, Al-Jami' li Masaili Ushuli Al-Fiqhi wa Tathbiqatuha 'ala Al-Madzhabi Ar-Rajih, cet. 1, Riyadh: Maktabah Ar-Rusyd, 2000..

Damayanti, R., Suryani, S., & Fitriani, F. (2020). Manfaat pemberian ASI terhadap perkembangan bayi. Jurnal Ilmu Kesehatan, 11(1), 33–41.

Daud, D., Ramadani, R., & Fitriani, Y. (2019). Dampak ketidakmampuan ibu memberikan ASI terhadap pertumbuhan bayi. Jurnal Kesehatan Masyarakat, 15(2), 120–126.

Gholamali, L. (2020). Islamic perspectives on breastfeeding: A review of jurisprudential and ethical issues. Iranian Journal of Pediatrics, 30(4), 229–236.

Hamdan, H. (2023). Konsep radha’ah dalam hukum Islam dan implikasinya terhadap donor ASI. Jurnal Hukum Islam, 21(1), 45–60.

Hidayati, T. W. (2023). Analisis Fatwa di Indonesia tentang Kemahraman Akibat Donor ASI: Kajian terhadap Fatwa MUI, NU, dan Muhammadiyah. Jurnal Ilmiah AL-Jauhari: Jurnal Studi Islam dan Interdisipliner, 8(2), 153-170.

Hosseinzadeh, S., Azizi, H., & Bagheri, M. (2022). Religious leaders' perspectives on human milk donation in Muslim communities. Journal of Religion and Health, 61(2), 897–910.

Ibid., 85-87.Lahaji dan Sulaiman Ibrahim, Wawasan Fikih Indonesia: Studi tentang Periwayatan dan Penalaran Hukum Wali Nikah, Al-Ulum, Vol. 19 No 1, June 2019. h 1-26

Juniarti, N., Suharti, S., & Nugroho, R. (2023). Donor ASI sebagai alternatif pemenuhan nutrisi bayi: Tinjauan global dan lokal. Jurnal Keperawatan Global, 8(1), 55–64.

Muda, S. M., & Nazri, N. A. (2020). The Concept of Human Milk Donation and Milk Kinship in Islam. International Journal of Care Scholars, 3(1), 41-44.

Niar, M., Sari, R. N., & Putri, F. R. (2021). Faktor penyebab ibu tidak menyusui secara eksklusif di Indonesia. Jurnal Kebidanan dan Kesehatan, 12(3), 215–221.

Norsyamlina, C. A., Zulkifli, M. R., & Hanafi, N. H. (2021). Wet nursing practices among Muslim mothers in Selangor, Malaysia. Journal of Islamic Studies, 9(2), 101–115.

Nurcahyo, E., & Khuzaiyah, S. (2018). PERLINDUNGAN HUKUM BAYI MELALUI PEMBERIAN ASI EKSKLUSIF DALAM PRESPEKTIF UNDANG-UNDANG NOMOR 36 TAHUN 2009 TENTANG KESEHATAN. JCH (Jurnal Cendekia Hukum), 4(1), 52–64.

Ozdemir, M., Sahin, H., & Yilmaz, E. (2015). The importance of breastfeeding in the Quran: A review of Islamic teaching and scientific evidence. Journal of Religion and Health, 54(5), 1842–1850.

Rahmadani, I., Safitri, D., & Arifah, L. (2020). Kecemasan ibu dan dampaknya terhadap proses menyusui. Jurnal Psikologi, 18(2), 88–95.

Ramachandran, P., Aziz, N. A., & Mohamad, M. (2024). Persepsi ibu Muslim di Malaysia terhadap bank ASI: Antara manfaat dan tantangan syariah. Malaysian Journal of Health Sciences, 20(1), 50–59.

Rohman, A. M. I. (2021). Transaksi Jual Beli dengan Objek Asip (Air Susu Ibu Perah). Jurist-Diction, 4(4), 1251–1284.

Rohman, F., & Latifah, N. (2024). Urgensi regulasi syariah dalam praktik donor ASI di Indonesia. Al-Ahkam: Jurnal Ilmu Syari’ah dan Hukum, 34(1), 75–90.

The, R. A., Wahyuni, S., & Lestari, A. (2023). Pentingnya pemberian ASI eksklusif untuk bayi dan peran tenaga kesehatan. Jurnal Gizi dan Kesehatan, 11(2), 145–152.

Wiguna, S. S., Qinasih, A. P., Jannah, A. S. M., Aulia, H., Fadilah, W., & Anwar, S. (2024). DONOR ASI DALAM PANDANGAN MEDIS, HUKUM, DAN AGAMA DI INDONESIA. Jurnal Kesehatan Unggul Gemilang, 8(11).

World Health Organization (WHO). (2003). Global strategy for infant and young child feeding. Geneva: WHO.

Zidni, I. (2022). Implikasi milk kinship dalam hukum Islam dan tantangan donor ASI di era modern. Jurnal Syariah dan Hukum Islam, 14(2), 134–148.

Downloads

Published

2025-06-10

How to Cite

Ardi Manggala Kusumawardana, Laurentina, N. O., Ardian, M. E., Agustin, S. D., Salsabila, S. A., Mahardika, R., … Faozi, A. (2025). Perspektif Islam Dan Kesehatan Mengenai Donor Asi: Status Mahram dan Keamanan Kesehatan. Innovative: Journal Of Social Science Research, 5(3), 4965–4984. https://doi.org/10.31004/innovative.v5i3.19361

Similar Articles

1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 > >> 

You may also start an advanced similarity search for this article.

Most read articles by the same author(s)