Kajian Pengendalian Banjir Kali Bekasi, Kecamatan Babelan, Kabupaten Bekasi, Provinsi Jawa Barat

Authors

  • Nur Laili Yasinta Institut Teknologi Bandung
  • Arno Adi Kuntoro Institut Teknologi Bandung
  • Gilang Alfajar Institut Teknologi Bandung
  • Irfie Lutfiah Aulia Rahman Institut Teknologi Bandung

DOI:

https://doi.org/10.31004/innovative.v5i3.18867

Keywords:

Banjir, HEC-RAS, Kali Bekasi, Normalisasi, Tanggul

Abstract

Kecamatan Babelan merupakan salah satu wilayah di Kabupaten Bekasi yang sedang berkembang dalam sektor industri dan properti. Namun, terdapat berbagai macam permasalahan yang salah satunya adalah banjir yang diakibatkan oleh meluapnya Kali Bekasi. Tinggi banjir yang terjadi berkisar antara 20-100 cm. Banjir tersebut sering kali menghambat aktivitas masyarakat setempat dan dapat menyebabkan kerugian fisik dan material. Oleh karena itu, diperlukan solusi yang dapat mereduksi banjir yang terjadi karena luapan Kali Bekasi. Pemodelan banjir dan analisis hidraulika dalam tugas akhir ini dilakukan dengan dan bantuan perangkat lunak HEC-RAS 6.5 dan menggunakan debit rencana periode ulang 20 tahunan sebesar 559.79 m3/s. Terdapat tiga skenario alternatif solusi yang dimodelkan yaitu normalisasi, tanggul, dan normalisasi + tanggul. Dengan mempertimbangkan efektivitasnya, dipilih alternatif solusi berupa normalisasi + tanggul. Normalisasi yang dilakukan adalah dengan melebarkan alur Kali Bekasi selebar 40 meter dan tanggul yang digunakan adalah jenis sheet pile. Kombinasi dari normalisasi dan pembangunan tanggul diharapkan dapat menjadi solusi dari permasalahan banjir di Kabupaten Babelan akibat luapan Kali Bekasi.

References

Ato, S., Salam, H., & Ritonga, M. W. (2023, Maret 4). Delapan Hari Banjir, Hilir Sungai di Bekasi Terlalu Lama Dilupakan. From kompas,id: https://www.kompas.id/baca/metro/2023/03/03/delapan-hari-banjir-hilir-sungai-di-bekasi-terlalu-lama-dilupakan

Badan Standardisasi Nasional. (2016). SNI 2415:2016 Tata Cara Perhitungan Debit Banjir Rencana. Jakarta: BSN.

Chrisnawati, L. S., & Husen, A. (2023). Problematika Alih Fungsi Lahan Pertanian Menjadi Pemukiman. ECOLAB, 95-104.

Hidayat, R., & Farihah, A. W. (2020). Identifikasi Perubahan Suhu Udara dan Curah Hujan di Bogor. Journal of Natural Resources and Environmental Management, 616-626.

Kadri, T. (2007). Erosi pada DAS Bekasi dan Pengaruhnya terhadap Banjir. Jurnal Sipil Trisakti, 69-77.

Kementerian PUPR. (2017). Modul 4 : Metode Pengendalian Banjir.

Kementerian PUPR. (2017). Modul 8 : Dasar-dasar Perencanaan Alur dan Bangunan Sungai.

Kementerian PUPR. (n.d.). Peraturan Menteri PUPR Nomor 28/PRT/M/2015 tentang Penetapan Garis Sempadan Sungai dan Garis Sempadan Danau.

Kurniawan, A., Liviona, C., Nahriyah, M., Abdillah, N., Atikah, O. L., Delphia, R., & Sakti, Y. N. (2024). Analisis perkembangan wilayah Kabupaten Bekasi dan Kota Bekasi berdasarkan Peraturan Presiden Nomor 60 Tahun 2020. SRSD, 44-57.

Natakusumah, D. K. (2015). Cara Menghitung Debit Banjir dengan Metoda Hidrograf Satuan Sintetis. Bandung.

Prabandini, F. (2024). Kajian Efektifitas Pengendalian Banjir dan Pengaruhnya terhadap Sedimentasi di Sungai Bekasi Kabupaten Bekasi.

Sicuro, T. (2023). Understanding Flood Plains : Characteristics and Significance. International Scholars Journals, 1.

Triatmojo, B. (2008). Hidrologi Terapan. Beta Offset.

Downloads

Published

2025-06-28

How to Cite

Yasinta, N. L., Kuntoro, A. A., Alfajar, G., & Rahman, I. L. A. (2025). Kajian Pengendalian Banjir Kali Bekasi, Kecamatan Babelan, Kabupaten Bekasi, Provinsi Jawa Barat. Innovative: Journal Of Social Science Research, 5(3), 7537–7548. https://doi.org/10.31004/innovative.v5i3.18867

Similar Articles

<< < 44 45 46 47 48 49 50 51 52 53 > >> 

You may also start an advanced similarity search for this article.