Analisis Kuat Tekan Beton dengan Bahan Tambah Potongan Fiberglass Mesh Waterproofing

Authors

  • James Ariyan Universitas Muhammadiyah Parepare
  • Hamsyah Hamsyah Universitas Muhammadiyah Parepare
  • Abd. Muis B. Universitas Muhammadiyah Parepare

DOI:

https://doi.org/10.31004/innovative.v5i1.18204

Keywords:

Beton, Fiberglass Mesh Waterproofing, Kuat Tekan, Tarik Belah

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengevaluasi pengaruh penambahan potongan fiberglass mesh waterproofing terhadap kuat tekan dan kuat tarik belah beton. Fiberglass mesh waterproofing adalah bahan lunak yang terbuat dari serat kaca, dikenal karena kekuatan, ketahanan, dan fleksibilitasnya. Metode yang digunakan adalah penelitian laboratorium dengan pendekatan kuantitatif. Beton dibagi menjadi beberapa variasi berdasarkan persentase penambahan Fiberglass mesh waterproofing, yaitu 0%, 0,5%, 1,0%, 1,5%, dan 2,0%. Hasil pengujian menunjukkan bahwa kuat tekan beton normal adalah 25,10 MPa. Penambahan Fiberglass mesh waterproofing 0,5% meningkatkan kuat tekan menjadi 25,86 MPa, sedangkan 1,0% dan 1,5% masing-masing mencapai 27,18 MPa dan 29,82 MPa. Namun, pada variasi 2,0%, kuat tekan menurun menjadi 28,12 MPa. Untuk kuat tarik belah, beton normal mencapai 4,11 MPa. Penambahan Fiberglass mesh waterproofing 0,5% hingga 2,0% menunjukkan peningkatan bertahap, mencapai 5,67 MPa pada variasi 2,0%. Kesimpulannya, penambahan potongan Fiberglass mesh waterproofing dapat meningkatkan kuat tekan dan kuat tarik belah beton, dengan variasi optimal pada 1,5% untuk kuat tekan dan 2,0% untuk kuat tarik belah.

References

ACI Committee 544. 1982. State of the art report on fiber reinforced concrete - Report : ACI 544 IR-82. Farmington Hills : American Concrete Institute.

Ahadi. (2011). Pengertian Beton Fiber

Astama, M. D. (2016). Struktur Beton Fiber (Bagian Materi Sruktur Beton I). Jawa Timur: Mitra Sumber Rejeki

Aulia, T. B., Muttaqin, M., Afifuddin, M., & Amalia, Z. (2020). Analisis Kuat Tekan Beton Mutu Tinggi Pasca Bakar Menggunakan Serat Polypropylene. Media Komunikasi Teknik Sipil, 26(1), 118-127.

Deus, J. D., Wijaya, H. S., & Oktaviastuti, B. (2022). Pengaruh Penambahan Limbah Serat Spanduk Plastik Terhadap Kuat Tekan dan Kuat Tarik Pada Mutu Beton (fc’= 19, 3 MPa). Doctoral dissertation, Fakultas Teknik Universitas Tribhuwana Tunggadewi.

Dipohusodo, I. (1994). Struktur Beton Bertulang. Jakarta

Ghifari Nur Alfiansyah, M. (2023). Pemanfaatan Limbah Banner Atau Spanduk Berbahan Dasar Pvc Yang Digunakan Sebagai Bahan Tambah Material Serat Untuk Beton Mutu Rendah Pada Umur 28 Hari. Doctoral dissertation, ITN MALANG.

HAEKAL, D. F. (2022). Analisis Kuat Tarik Belah Dan Kuat Tekan Beton Dengan Bahan Tambah Serat Potongan Limbah Banner (Analysis Of Splitting Tensile Strength And Compressive Strength Of Concrete With The Additional Of Banner Waste Fiber).

Ichsan, M., Tanjung, D., & Hasibuan, M. H. M. (2021). Analisa Perbandingan Hammer Test dan Compression Testing Machine terhadap Uji Kuat Tekan Beton. Buletin Utama Teknik, 17(1), 41-45.

Mahendra, Y. I., Gardjito, E., Ridwan, A., & Wicaksono, H. (2021). Meningkatkan Kuat Tekan Beton Fc’ 16, 60 Mpa menggunakan Fly Ash dan Arang Batok Kelapa. Jurnal Manajemen Teknologi dan Teknik Sipil (JURMATEKS), 4(1), 1-13.

Nawy, E.G. (1998). Beton Bertulang Suatu Pendekatan Dasar. Refika Aditama. Bandung.

Pranata, D. R., Witjaksana, B., & Tjendani, H. T. (2022, October). Analisis Perkuatan Struktur Beton Dengan Menggunakan Carbon Fiber Reinforced Polymer (Cfrp), Dan Glass Fiber Reinforced Polymer (Gfrp) Terhadap Biaya. In Senakama: Prosiding Seminar Nasional Karya Ilmiah Mahasiswa (Vol. 1, No. 1, pp. 35-45).

Rahmawati, A. (2019). Pengaruh Penambahan Serat Limbah Banner Terhadap Kuat Lekat Dan Mikrostruktur Beton Serat Pasca Bakar Sebagai Suplemen Bahan Ajar Mata Kuliah Teknologi Beton. Jurnal Ilmiah Pendidikan Teknik dan Kejuruan, 12(1), 20-29.

Rosdiyani, T., Amilia, E., & Abdullah, M. A. (2023). Tinjauan Analisis Perbandingan Kekuatan, Kekakuan, Stabilitas Bekisting Konvensional Dengan Fiberglass. Jurnal Sipil Krisna, 9(1), 69-78.

SK SNI S-04-1989-F. Spesifikasi Bahan Bangunan Bagian A (Bahan bangunan bukan logam). Bandung.

SNI 03-2 834-2000. Tata Cara Pembuatan Rencana Campuran Beton Normal

SNI 03-4431-1997. Cara Uji Kuat Lentur Beton

SNI 1974-2011. Cara Uji Kuat Tekan Beton Dengan Benda Uji Slinder

SNI 249-2014. Persamaan Untuk Menentukan Nilai Tarik Pada Beton

SNI-03-2847-2002. Tata Cara Perhitungan Struktur Beton Untuk Bangunan Gedung

SNI-15-2049-2004. Semen portland

Soroushian, & Bayasi. (1987). Concept of Fiber Reinforced Concrete. Proceding of The International Seminar on Fiber Reinforced Concrete, Michigan University, Michigan.

Thariq Al Faridzi, A. S., Ali, I. W., Gaus, A., & Sultan, M. A. (2023). Efek Penambahan Serat Polypropylene Terhadap Kuat Tekan Beton Pada Perkerasan Kaku. Jurnal Teknik Sipil: Rancang Bangun, 9(1), 49-55.

Tjokrodimuljo, K. (1996). Teknologi Beton. Nafiri. Yogyakarta

Utomo, W. T., & Zhafira, T. (2023). Perbandingan Kuat Tekan Beton Normal Dengan Beton Campuran Fiberglass. Journal Of Civil Engineering Building and Transportation, 7(2), 26-33.

Wibowo, P. H., & Hendi, H. (2020). Analisa Berat Volume Dan Kuat Tekan Batako Dengan Penambahan Fibreglass. Jurnal Kajian Teknik Sipil, 5(2), 40-46.

Downloads

Published

2025-02-25

How to Cite

Ariyan, J., Hamsyah, H., & Muis B., A. (2025). Analisis Kuat Tekan Beton dengan Bahan Tambah Potongan Fiberglass Mesh Waterproofing. Innovative: Journal Of Social Science Research, 5(1), 6820–6838. https://doi.org/10.31004/innovative.v5i1.18204

Similar Articles

<< < 27 28 29 30 31 32 33 34 35 36 > >> 

You may also start an advanced similarity search for this article.