Suku Anak Dalam Di Desa Pematang Kabau Ii Kecamatan Air Hitam Kabupaten Sarolangun
Abstract
Penelitian ini merupakan penelitian sejarah bertemakan kebudayaan yang mengkaji unsur-unsur budaya dari sudut empiris bukan dari segi normatif. Adapun yang diteliti adalah tentang unsur-unsur kebudayaan dari Suku Anak Dalam di Desa Bungku Kecamatan Bajubang. Oleh karena tujuan penelitian ini adalah menjelaska secara historis dinamika pola kehidupan kebudayaan Suku Anak Dalam di Desa Bungku Kecamatan Bajubang dan untuk mendeskripsikan Suku Anak Dalam untuk mempertahankan eksistensi budaya terhadap arus perubahan Metode yang digunakan adalah metode sejarah mulai dari tahapan heuristik, kritik, interpretasi, dan historiografi. Beberapa teori yang dipakai mengacu pada teori kebudayaan dari Koentjaradiningrat. Pada akhirnya hasil temuan yang didapat setelah melakukan penelitian lapangan adalah banyak Suku Anak Dalam yang berbeda di Kecamatan Bajubang, khususnya di Desa Bungku sudah mengalami banyak perubahan. Dan Suku Anak Dalam yang berada di Desa Bungku sangat bebeda dengan orang rimba yang ada di Taman Nasional Bukit Duabelas. Hal ini menyebabkan mereka tidk ingin disamakan dengan Orang Rimba. Bahkan mereka juga tidak mau disebut dengan sebutan Orang Rimba. Mereka lebih nyaman dengan sebutan Suku Anak Dalam.







