Gambaran Kepatuhan Minum Obat Penderita Tuberkulosis Paru Di Rumah Sakit Khusus Paru Medan Sumatera Utara

Authors

  • Amnita Anda Yanti Ginting STIKES Santa Elisabeth Medan
  • Rotua Elvina Pakpahan STIKES Santa Elisabeth Medan
  • Selviyan Enjelita Zebua STIKES Santa Elisabeth Medan

DOI:

https://doi.org/10.31004/innovative.v4i5.15853

Abstract

Tuberkulosis merupakan suatu penyakit kronik menular yang disebabkan oleh Bakteri Mycobacterieum tuberkulosis. Penyakit Tuberkulosis relaps (kambuh), kasus baru, bahkan resistensi hingga saat ini menjadi masalah kesehatan die seluruh dunia baik global ataupun internasional yang harus die atasi. Kepatuhan minum obat adalah salah satu masalah dalam pengobatan TB. Ketiedakpatuhan penderita tuberkulosis paru merupakan salah satu penyebab kegagalan pengobatan tuberkulosis yang menjadi hambatan untuk mencapai kesembuhan. Metode penelitian ini menggunakan metode deskriptif dengan pendekatan cross sectional dengan menggunakan teknik pengambilan sampel purposive sampling. Hasil penelitian menunjukan bahwa dari 95 responden kepatuhan minum obat rendah sebanyak 59 responden (62.2%), kepatuhan sedang 21 responden (22.1%) dan kepatuhan tinggi 15 responden (15.8%). Rendahnya kepatuhan minum obat ini karena responden lupa minum obat, lupa membawa obat dikarenakan sibuk bekerja, ketidaknyamanan minum obat dan kesulitan dalam mengingat minum obatnya serta kurangnya motivasi diri untuk sembuh. Kepatuhan minum obat lebih ditingkatkan dengan mengikuti aturan minum obat, adanya motivasi untuk sembuh dan memberikan penyuluhan kesehatan pentingnya minum OAT hingga tuntas yang diberikan oleh pelayanan kesehatan.

Downloads

Published

2024-10-17

How to Cite

Ginting, A. A. Y., Pakpahan, R. E., & Zebua, S. E. (2024). Gambaran Kepatuhan Minum Obat Penderita Tuberkulosis Paru Di Rumah Sakit Khusus Paru Medan Sumatera Utara. Innovative: Journal Of Social Science Research, 4(5), 7819–7833. https://doi.org/10.31004/innovative.v4i5.15853