Fungsi Kepala Desa Dalam Upaya Meningkatkan Sumber Daya Manusia (SDM) Terhadap Kinerja Pegawai Di Desa Sukagalih Kecamatan Cikalongkulon Kabupaten Cianjur
Abstract
Tujuan penelitian ini adalah untuk memperoleh informasi tentang peran Kepala Desa dalam meningkatkan SDM dan kinerja pegawai di Desa Sukagalih, serta mengidentifikasi hambatan dan upaya yang dilakukan oleh Kepala Desa dalam mencapai tujuan tersebut. Metode penelitian menggunakan metode analisis deskriptif. Sumber data dalam penelitian ini berasal dari studi kepustakaan, wawancara, serta angket yang dibagikan kepada 38 responden. Teknik pengumpulan data melalui observasi langsung di Desa Sukagalih Kecamatan Cikalongkulon Kabupaten Cianjur. Analisis data yang digunakan adalah analisis statistik kuantitatif menggunakan skala likert untuk mengukur skala sikap dengan skala pengukuran rating scale untuk mengukur variabel bebas dan variabel terikat. Hasil penelitian ini menunjukan kepala desa cukup baik dalam memberikan kesempatan kepada orang lain atau bawahan untuk menyampaikan saran atau pendapat dengan skor hasil pengolahan angket sebesar 69,73%. Kepala desa cukup baik dalam menyelesaikan pekerjaan dan mengembangkan kemampuan pengikutnya dengan skor sebesar 71,05%. Kepala desa juga cukup baik dalam menunjukkan kepada pengikutnya bagaimana cara melaksanakan pekerjaan dengan skor sebesar 72,36%. Kepala desa juga cukup baik dalam bekerja jujur dan melaksanakan disiplin kerja tinggi dengan skor sebesar 70,39%. Kepala desa juga cukup baik dalam memperbaiki kegagalan dalam rangka mencapai tujuan dengan skor sebesar 72,36%. Terdapat hambatan dalam kinerja pegawai yakni, 1) kurangnya inisiatif yang dimiliki pegawai dalam melaksanakan pekerjaan; 2) kurangnya kecakapan para pegawai dalam menyelesaikan setiap pekerjaanya; 3) kepala desa belum secara optimal menentukan waktu penyelesaian pekerjaan; 4) kepala desa jarang sekali mengadakan tindakan koreksi atau perbaikan terhadap hasil kerja pegawai; 5) belum efektifnya pelaksanaan kerja yang dilakukan oleh para pegawai; 6) tanggung jawab pegawai dalam pekerjaan masih belum optimal.







