Analisis Penggunaan QRIS dengan Pendeketan Technology Acceptance Model (TAM) (Studi Kasus: Pada Karyawan Generasi Milenial di Lembaga Jasa Keuangan 2023)
DOI:
https://doi.org/10.31004/innovative.v4i5.15253Keywords:
Qris, Technology Acceptance Model, Smartpls, Generasi MilenialAbstract
Pemanfaatan QRIS sebagai alat pembayaran digital semakin berkembang di Indonesia, terutama sejak pandemi COVID-19 yang mendorong penggunaan alternatif untuk mengurangi risiko penularan. Meskipun QRIS memiliki potensi besar, faktor-faktor seperti tingkat kemudahan penggunaan, manfaat, waktu, aksesibilitas, dan reputasi masih memengaruhi tingkat adopsi. Dalam konteks ini, metode Technology Acceptance Model (TAM) digunakan sebagai kerangka analisis, dengan penerapan SmartPLS sebagai alat analisis yang memungkinkan pemahaman yang lebih mendalam tentang perilaku pengguna terhadap QRIS. Bank Indonesia sendiri sedang giat memperluas konektivitas QRIS ke tingkat internasional. Namun, agar promosi QRIS lebih efektif, terutama bagi generasi milenial, penelitian lebih lanjut perlu dilakukan untuk memahami perspektif mereka serta faktor-faktor yang memengaruhi penerimaan dan penggunaan QRIS. Melalui pemahaman yang lebih mendalam ini, diharapkan dapat mengembangkan strategi yang lebih tepat guna dalam meningkatkan adopsi dan kepuasan pengguna.
Downloads
Published
How to Cite
Issue
Section
License
Copyright (c) 2024 Megawati Suganda, Eduardus Suharto

This work is licensed under a Creative Commons Attribution-ShareAlike 4.0 International License.







