Psychological Well Being Pada Masa Quarter Life Crisis

Authors

  • Fina Afriany IAK Setih Setio Muara Bungo
  • Hany Ruh Dwi IAK Setih Setio Muara Bungo
  • Mardansyah Mardansyah IAK Setih Setio Muara Bungo

DOI:

https://doi.org/10.31004/innovative.v4i4.12292

Keywords:

Psychological well being, quarter life crisis

Abstract

Individu yang mengalami kondisi krisisnya dengan tidak menyenangkan pada usia 18-29 tahun biasa mengalami fase yang bernama quarter life crisis. Saat mengalami quarterlife crisis individu tanpa henti mempertanyakan masa depan mereka. Hal ini terjadi saat individu bertransisi dari masa remaja ke masa dewasa dan juga bertransisi dari dunia akademis ke dunia kerja. Psychological well being yang di miliki individu berguna untuk dapat terlepas dalam berbagai macam gangguan. Hal ini dapat berdampak pada kehidupan pribadi, hubungan pernikahan, keluarga, karir bahkan hidup bermasyarakat. Teknik pengumpulan data yang digunakan peneliti ini adalah studi kepustakaan. Teknik analisis data pada penelitian ini dengan menggunakan teknik analisa kualitatif dengan cara deduktif. Hasil penelitian ini adalah individu dewasa awal dapat berada pada masa quarter life crisis yang akan mengalami gejolak emosi yang datang dari dalam maupun luar dirinya. Maka dari itu untuk dapat melewati masa ini diperlukan kondisi psikologis yang sehat dan baik, dapat merasa bahagia jika memiliki kualitas hidup yang baik atau memiliki kesejahteraan psikologis (Psychological well being). Jika psychological well being seseorang baik maka ia akan mampu mengatasi masa quarter life crisisnya.

Downloads

Published

2024-07-04

How to Cite

Afriany, F., Dwi, H. R., & Mardansyah, M. (2024). Psychological Well Being Pada Masa Quarter Life Crisis. Innovative: Journal Of Social Science Research, 4(4), 363–373. https://doi.org/10.31004/innovative.v4i4.12292