Perancangan Saluran Terbuka (Open Channel) Void U210 Berdasarkan Data Survei Topografi PT Jorong Barutama Greston Provinsi Kalimantan Selatan

Authors

  • egiandre keliat universitas palangka raya
  • Hepryandi Luwyk Djanas Usup
  • Ferra Murati Universitas Palangka Raya
  • Yunida Iashania Universitas Palangka Raya
  • Yusias Andri Universitas Palangka Raya

DOI:

https://doi.org/10.31004/innovative.v5i1.18201

Keywords:

Open channel, Saluran terbuka, rasional, manning

Abstract

PT Jorong Barutama Greston tempat penelitian di void-U210 yang saat ini menjadi tempat penampungan air hujan agar tidak membanjiri daerah yang sedang direklamasi, void-U210 akan dibuat Open Channel ke-void UCW jika void U210 tidak mampu lagi menampung air limpasan hujan yang bersumber dari sekitar void, selanjutnya dialirkan ke kolam settling pond untuk dilakukan treatment sebelum dialirkan ke sungai. Open Channel adalah dimana air mengalir dengan muka air bebas pada semua titik di sepanjang saluran, pengolahan data yang dilakukan yaitu perhitungan statistis data curah hujan dengan menggunakan metode gumbel, perhitungan debit air limpasan menggunakan rumus rasional, perhitungan intensitas hujan menggunakan rumus mononobe, perhitungan dimensi saluran menggunakan rumus manning, dan waktu konsentrasi menggunakan rumus Kirpich.Total debit air limpasan yang masuk kedalaman void-U210 berdasarkan data curah hujan 10 tahun PT. JBG dari tahun 2014-2023 yang diolah menggunakan distribusi gumbel didapatkan hujan rencana maksimum 1.056,13mm/hari, intensitas 119,72mm/jam, catchmen area 0,267, nilai evaporasi (ETp)/hari ETp= /detik, air limpasan Qt= 27,449 /detik atau Qt =528.470,10 ./hari, volume void U210= 6.479.435,59. Dari total air limpasan yang masuk ke dalam void-U210, desain open channel yang direkomendasikan berbentuk trapesium. Panjang saluran 717m, lebar dasar 2,9m, lebar permukaan 6,27m, kemiringan sisi saluran 60°, panjang sisi 3,37m, luas penampang basah 11,07.

References

Imam, Subarkah, 1980: Hidrologi Untuk Perencanaan Bangunan Air, Idea Dharma, Bandung.

Loebis, Joesron, 1984: Banjir Rencana Untuk Bangunan Air, Departemen Pekerjaan Umum, Badan Penerbit Pekerjaan Umum, Jakarta.

Muhammad, Fairuz Akmal. (2024). Perencanaan Saluran Terbuka Drainase Area Penambangan Komoditas Feldspar di Kecamatan Gandusari.

Pirmani, Saipul Haq, Wahyudi Zahar, dan Aditya Denny Prabawa. (2021). Rancangan Sistem Penyaliran Tambang pada Tambang Batubara di Pit 2 PT Seluma Prima Coal Kecamatan Mandiangin Kabupaten Sarolangun Provinsi Jambi. Program Studi Teknik Pertambangan Universitas Jambi.

Purba, Nadya Al Husna, Anisah Lukman, dan Jupriah Sarifah. (2021). PERBANDINGAN METODE MONONOBE DAN METODE VAN BREEN UNTUK PENGUKURAN INTENSITAS CURAH HUJAN TERHADAP PENAMPANG SALURAN DRAINASE. Fakultas Teknik Universitas Islam Sumatera Utara.

Rudy, Sayoga Gautama. 1999. Sistem Penyaliran Tambang. Bandung: Institut Teknologi Bandung Press. Jalan Ganesa No. 1, Lb. Siliwangi, Jawa barat 40132.

Sembiring, Yeremia P J, Albertho Pasays, S B Waterman, and Asri Fridtriyanda. 2018. “Sistem Penyaliran Tambang Pit 19d Untuk Yerly Plan 2012 PT Indominco Mandiri Bontang Kalimantan Timur.” Jurnal Prosiding Nasional Rekayasa Teknologi Industri dan Informasi.

Soemarto, C.D. 1987. Hidrologi Teknik, Surabaya: Usaha Nasional – Surabaya Indonesia.

STUDI LIMPASAN PERMUKAAN SPASIAL AKIBAT PERUBAHAN PENGGUNAAN LAHAN (MENGGUNAKAN MODEL KINEROS),. Program Magister Fakultas Teknik Universitas Brawijaya Malang.

Suripin. 2004. Sistem Drainase Perkotaan yang Berkelanjutan. Yogyakarta: CV. Andi Offset. Jalan Beo 38-40 Yogyakarta 5538.

Tekniksipilteknokrat.wordpress.com, rumus evaporasi

Downloads

Published

2025-02-05

How to Cite

keliat, egiandre, Luwyk Djanas Usup, H., Murati, F., Iashania, Y., & Andri, Y. (2025). Perancangan Saluran Terbuka (Open Channel) Void U210 Berdasarkan Data Survei Topografi PT Jorong Barutama Greston Provinsi Kalimantan Selatan. Innovative: Journal Of Social Science Research, 5(1), 6325–6340. https://doi.org/10.31004/innovative.v5i1.18201

Similar Articles

1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 > >> 

You may also start an advanced similarity search for this article.

Most read articles by the same author(s)

1 2 > >>