Representasi Kemiskinan Pada Film Turah

Authors

  • Muhammad Kholis Raihan Gusma Universitas Amikom Yogyakarta
  • Wiwid Adiyanto Universitas Amikom Yogyakarta

Abstract

Isu kemiskinan di Indonesia telah dimasukkan kedalam industri media terutama dalam film, kemiskinan dijadikan komoditas untuk menarik simpati penonton dan meraup keuntungan yang banyak. Metode yang digunakan dalam penelitian ini menggunakan metode kualitatif deskriptif dengan menggunakan analisis semiotika Charles Sanders Peirce. Peirce menjelaskan bahwa ilmu tanda merujuk pada penggunaan tanda pada bahasa dan makna yang terkandung di dalamnya. Penelitian ini menggunakan paradigma kritis. Teori yang digunakan dalam penelitian ini adalah teori Representasi Stuart Hall sebagai dasar untuk melakukan penulisan. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui bentuk-bentuk kemiskinan yang ada pada film Turah yang dianalisis berdasarkan tanda-tanda yang muncul dalam film tersebut. Film ini menggambarkan tentang isu kemiskinan di suatu kampung didaerah Tegal. Hasil temuan dari penelitian ini menemukan 5 karakteristik kemiskinan diantaranya yaitu 1) tidak mempunyai faktor produksi sendiri. 2) tingkat pendidikan rendah. 3) tidak memiliki fasilitas seperti listrik dan juga air bersih. 4) tidak memiliki keterampilan. 5) ketidakmampuan untuk mendirikan rumah yang layak.

Downloads

Published

2023-06-01

How to Cite

Gusma, M. K. R., & Adiyanto, W. (2023). Representasi Kemiskinan Pada Film Turah. Innovative: Journal Of Social Science Research, 3(2), 6636–6650. Retrieved from https://j-innovative.org/index.php/Innovative/article/view/965