Pengembangan Pariwisata Inklusif: Analisis Fasilitas Ramah Disabilitas pada Hotel Berbintang di Labuan Bajo
DOI:
https://doi.org/10.31004/innovative.v3i3.9623Abstract
Penetapan Labuan Bajo sebagai destinasi Super Prioritas membutuhkan kesiapan akomodasi yang
mudah diakses, terutama bagi kelompok disabilitas. Hotel-hotel berbintang harus memenuhi standar
minimal fasilitas bagi kelompok difabel. Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi fasilitas ramah
disabilitas di beberapa hotel berbintang di Labuan Bajo. Indikatornya meliputi: Pusat informasi (tanda
braille), kamar, toilet khusus, wastafel, kursi roda, landai dan pegangan tangan, Blok pemandu dan
lorong. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif dengan pendekatan deskriptif, sampel terpilih
adalah hotel berbintang dengan teknik simple random sampling, dimana hotel yang bersedia adalah
30% dari total 10 hotel bintang 4 &; 5 di Labuan Bajo. Hasil penelitian menunjukkan fasilitas yang
tersedia cukup dari ketiga hotel tersebut. LB1 memiliki 67%, LB2 hotel menyumbang 75% dan LB3 hotel
adalah 50%. Pada umumnya fasilitas yang belum tersedia adalah Guiding block, informasi
(tanda/braille) dan toilet khusus. Kekurangan ini kemudian dapat menjadi pertimbangan bagi hotel
untuk melengkapi standar minimum ini. Agar Asosiasi PHRI dan pemerintah daerah melalui Dinas
Pariwisata dipertimbangkan dalam arah kebijakan pengembangan fasilitas penunjang yang ramah
disabilitas. Sebagai destinasi super prioritas, ketersediaan fasilitas penunjang ramah disabilitas harus
ditingkatkan karena pariwisata sendiri merupakan hak bagi semua orang







