Pembiasaan Shalat Dhuha dan Keterkaitannya dengan Tingkat Kedisiplinan Peserta Didik Di MAN 1 Bogor

Authors

  • Mutiara Sakinah Universitas Muhammadiyah Prof. Dr. Hamka Jakarta, Indonesia
  • Muhammad Abdullah Darraz Universitas Muhammadiyah Prof. Dr. Hamka Jakarta, Indonesia

DOI:

https://doi.org/10.31004/innovative.v4i2.9523

Keywords:

Shalat Dhuha,, Kedisiplinan,, Peserta didik

Abstract

Anak-anak harus mendapat pelajaran agama sejak dini, salah satunya adalah shalat. Shalat terbagi menjadi dua jenis, yaitu shalat wajib dan shalat sunnah. Ada banyak jenis sholat sunnah, termasuk sholat Dhuha. Salat Dhuha adalah shalat sunnah yang dilakukan pada saat matahari terbit di sebelah timur dari arah Ufuk dan berakhir pada tengah hari. Pada Waktu Indonesia Barat itu adalah 7 pagi. sebelum tengah hari Shalat Dhuha dilakukan sebelum memulai kegiatan pagi lainnya, seperti meningkatkan kedisiplinan melalui program pengenalan shalat Dhuha di sekolah. Program sholat Dhuha menawarkan siswa peran penting dalam mengatasi kedisiplinan. Disiplin erat kaitannya dengan kurikulum sekolah. Untuk melihat peranan shalat dhuha dalam meningkatkan kedisiplinan peserta didik. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui bagaimana peran sholat dhuha dan bagaimana peran program sholat dhuha dalam meningkatkan kedisiplinan pada seluruh siswa/I MAN 1 Bogor. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode kuantitatif. Menggunakan pendekatan asosiatif. Teknik dan alat penelitian yang digunakan adalah observasi dan wawancara. Hasil penelitian menunjukkan bahwa membiasakan diri dengan program sholat Dhuha efektif dapat meningkatkan kedisiplinan santri, berdasarkan hasil persentase yang besarpengaruh (peran) pelaksanaan shalat dhuha (X) memberikan pengaruh terhadap disiplin belajar siswa (Y) pada siswa/i MAN 1 Bogor.

Downloads

Published

2024-03-11

How to Cite

Sakinah, M., & Abdullah Darraz, M. (2024). Pembiasaan Shalat Dhuha dan Keterkaitannya dengan Tingkat Kedisiplinan Peserta Didik Di MAN 1 Bogor. Innovative: Journal Of Social Science Research, 4(2), 1177–1187. https://doi.org/10.31004/innovative.v4i2.9523