Efektivitas Ekstrak Atung (Parinarium glaberimum Hassk) Sebagai Repellent Lalat Selama Proses Pengeringan Ikan Cakalang

Authors

  • Debby D. Moniharapon Universitas Pattimura Ambon
  • Trijunianto Moniharapon Universitas Pattimura Ambon
  • Fredy Pattipeilohy Universitas Pattimura Ambon
  • Meigy Mailoa Universitas Pattimura Ambon

DOI:

https://doi.org/10.31004/innovative.v4i1.8183

Keywords:

Ekstrak Atung, Lalat, Repellent Nabati

Abstract

Dalam mengolah ikan asin, tahapan pegeringkan adalah tahap yang harus diperhatikan oleh pengolah ikan asin Infestasi lalat banyak terjadi pada proses pengeringan, dimana pengeringnan dilakukan di udara yang terbuka. Lalat yang banyak datang pada proses pengeringan adalah Musca domestica dan Chrysomya megacephala Tanaman yang mengandung repellent berfungsi untuk menolak kehadiran serangga karena rasa dan bau khas. Tujuan penelitian untuk mengetahui konsentrasi yang efektif dari ekstrak Atung (Parinarium glaberimum Hassk.) sebagai repellent lalat pada proses pengeringan ikan cakalang. Penelitian ini menggunakan rancangan acak lengkap dan replikasi dilakukan sebanyak tiga kali. Konsentrasi yang digunakan dalam penelitian adalah konsentrasi 1%, 2%, 4% dan kontrol. Analisis mengunakan uji statistik One Way Annova. Hasil penelitian menunjukkan rata-rata daya proteksi untuk konsentrasi 1% sebesar 56%, 2% sebesar 74% dan 4% sebesar 83%. Konsentrasi ekstrak Atung (Parinarium glaberimum Hassk) yang paling efektif sebagai repellent atau daya tolak lalat pada proses pengeringan ikan cakalang yaitu konsentrasi 4%. Penelitian ini dapat memberikan informasi tentang ekstrak Atung (Parinarium glaberimum Hassk) dapat digunakan sebagai penganti insektisida sintetis dalam menolak lalat pada proses pengeringan ikan cakalang.

Downloads

Published

2024-01-17

How to Cite

Moniharapon, D. D., Moniharapon, T., Pattipeilohy, F., & Mailoa, M. (2024). Efektivitas Ekstrak Atung (Parinarium glaberimum Hassk) Sebagai Repellent Lalat Selama Proses Pengeringan Ikan Cakalang. Innovative: Journal Of Social Science Research, 4(1), 4162–4170. https://doi.org/10.31004/innovative.v4i1.8183