#KuToo Campaign: An Economic and Gender Analysis

Authors

  • Mishiel Shintabella Universitas Indonesia
  • Susy Ong Universitas Indonesia

DOI:

https://doi.org/10.31004/innovative.v3i6.7639

Abstract

Dengan adanya sistem patriarki yang kuat di Jepang, wanita kerap kali mengalami berbagai diskriminasi dalam kehidupan sehari-hari, salah satu contohnya adalah dengan mewajibkan wanita menggunakan sepatu berhak tinggi saat bekerja. Peraturan tersebut kemudian membangkitkan berbagai protes dengan adanya kampanye #KuToo yang menentang kewajiban wanita dalam menggunakan sepatu berhak tinggi dalam lingkungan pekerjaan. Penelitian ini terutama akan menggunakan konsep ekonomi dan gender oleh Swedberg dan merupakan penelitian kualitatif dengan data penelitian literatur yang sebelumnya dan data kepustakaan yang meneliti mengenai masalah gender. Sumber datanya berupa data primer dari halaman petisi #KuToo dan media sosial kampanye #KuToo yang berfokus pada pendapat dan kesaksian wanita dalam kebijakan perusahaan yang mewajibkan penggunaan sepatu berhak tinggi. Penelitian ini membahas mengenai penggunaan sepatu berhak tinggi yang mempengaruhi produktivitas pekerja wanita dan membahas peranan kampanye #KuToo di tengah masyarakat Jepang. Dalam masyarakat dengan struktur sosial yang masih kaku seperti Jepang, adanya perlawanan tanpa kekerasan secara repetitif akan lebih efektif dilakukan.

Downloads

Published

2023-12-26

How to Cite

Shintabella, M., & Ong, S. (2023). #KuToo Campaign: An Economic and Gender Analysis. Innovative: Journal Of Social Science Research, 3(6), 9235–9252. https://doi.org/10.31004/innovative.v3i6.7639