Flouting Maxim In Ferdy Sambo’s Trial In Brigadier Joshua’s Murder
Abstract
Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui jenis-jenis maksim Grice yang dilakukan Ferdy Sambo selama proses persidangan di Pengadilan Negeri Jakarta Selatan. Dalam analisis data ini menggunakan metode kualitatif. Tersangka yang dimaksud adalah Irjen Ferdy Sambo, Barada Richard Eliezer, Kwat Ma'aruf dan tersangka lain yang terlibat dalam kasus pembunuhan ini. Data tersebut diklasifikasikan berdasarkan tipe pepatah Grice yang diperkenalkan oleh Paul Grice (1975: 45-47). Berdasarkan hasil analisis data diperoleh hasil bahwa semua jenis maksim Grice digunakan dalam percakapan Ferdy Sambo yaitu Maxim Quantity 0 kali (0%), Maxim Quality 1 kali (100%), Maxim Manner 0 kali (0 %), dan Relasi Maksimum 0 kali (0%). Jadi, pelanggaran maksim yang paling dominan adalah maksim kualitas karena paling sering digunakan dalam Sidang Ferdy Sambo dalam Pembunuhan Brigadir Joshua. Dalam penelitian ini hanya terdapat 1 maksim yang dilanggar yaitu pelanggaran maksim kualitas. Karena dalam penelitian ini penutur dan pendengar lebih banyak menaati maksim dibandingkan melanggar maksim. Dalam persidangan hakim memberikan pernyataan dan Sambo memberikan jawabannya. Dalam jawabannya, Sambo sebagian besar menganut maksim, sehingga peneliti hanya mendapat 1 maksim yang dilanggar.







