Profil Resistensi Bakteri Patogen Pada Minuman Air Tahu Di Wilayah Kota Pontianak

Authors

  • Talen Nikita Sianturi Poltekkes Kemenkes, Pontianak
  • Wahdaniah Wahdaniah Poltekkes Kemenkes, Pontianak
  • Sugito Sugito Poltekkes Kemenkes, Pontianak
  • Bagus Muhammad Ihsan Poltekkes Kemenkes, Pontianak

Keywords:

Air tahu, Antibiotik, Bakteri Patogen, Profil Resistensi

Abstract

Minuman air tahu adalah minuman yang dibuat dari kacang kedelai kuning, minuman ini berwarna putih kekuningan mirip dengan susu. Minuman ini banyak diminati oleh masyarakat Pontianak karena rasanya yang nikmat dan harganya yang terjangkau. Minuman tersebut dapat tercemar oleh bakteri patogen karena higiene penjual dan lingkungan yang kurang baik. Cemaran oleh minuman bakteri patogen yang resisten terhadap antibiotik merupakan ancaman kesehatan yang serius. Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi dan memberikan gambaran resistensi antibiotik yang diisolasi dari minuman air tahu. Penelitian berbentuk deskripsi observasi dengan metode kultur dan uji resistensi metode kirby-bauer. Antibiotik yang digunakan adalah penisilin, amoksilin, siprofloksasin, dan kloramfenikol. Jumlah sampel sebanyak 43 sampel. Hasil identifikasi ditemukan bakteri Staphylococcus aureus, Salmonella typhi, Enterobacter aerogenes, dan Klebsiella pneumoniae. Hasil uji resitensi menunjukkan Staphylococcus aureus resisten terhadap penisilin (100%), Salmonella typhi resisten terhadap penisilin (66,6%), Enterobacter aerogenes resisten terhadap kloramfenikol (40%), dan Klebsiella pneumoniae resisten terhadap penisilin (100%).

Downloads

Published

2023-12-08

How to Cite

Nikita Sianturi, T., Wahdaniah, W., Sugito, S., & Muhammad Ihsan, B. (2023). Profil Resistensi Bakteri Patogen Pada Minuman Air Tahu Di Wilayah Kota Pontianak. Innovative: Journal Of Social Science Research, 3(6), 4288–4298. Retrieved from https://j-innovative.org/index.php/Innovative/article/view/6780

Similar Articles

<< < 30 31 32 33 34 35 36 37 38 39 > >> 

You may also start an advanced similarity search for this article.

Most read articles by the same author(s)