Hakikat Dan Fungsi Sains Dalam Pembelajaran Fisika

Authors

  • I Ketut Mahardika Universitas Negeri Jakarta
  • Erna Sari
  • Sri Handono
  • Syahira Luqna Aqilla M
  • Rubiatul Faruqi
  • Andrian Ramadani Universitas Jember
  • Zahra Al-Jufri Universitas Jember

Abstract

Artikel ini membahas hakikat sains (the nature of sains) dan keterbatasan sains (limitation of science) yang telah dikhususkan pada fisika. Artikel ini ditulis berdasarkan kajian filsafat secara antologi (objek kajian), epistimologi (proses pemerolehan ilmu), dan aksiologi (manfaat ilmu) dengan diperoleh kesimpulan bahwa fisika secara hakikatnya adalah fisika sebagai proses dan fisika sebagai produk. Produk fisika diantaranya adalah fakta, data, konsep, aturan, teori, dan model. Fisika sebagai aktivitas (proses) riset dan pengkajian dengan menggunakan metode ilmiah yang mengandalkan keterampilan-keterampilan proses (observasi, berhipotesis, eksperimentasi, dan sebagainya). Hakikat fisika sebagai proses ini yang melahirkan keterampilan proses sains yang menjadi keterampilan kunci atau keterampilan sentral pada penemuan ilmiah (ilmuwan atau peneliti) dan pembelajaran (guru dan siswa). Filsafat ilmu berusaha menjelaskan hakekat ilmu fisika yang mempunyai banyak keterbatasan, sehingga dapat diperoleh pemahaman yang padu mengenai berbagai fenomena alam yang telah menjadi objek ilmu fisika, dan yang cenderung terfragmentasi. Untuk itu, filsafat ilmu berperan dalam menghindarkan diri dalam memutlakkan kebenaran ilmiah, dan menganggap bahwa ilmu sebagai satu-satunya cara memperoleh kebenaran.

 

 

 

Downloads

Published

2023-12-06

How to Cite

Mahardika, I. K., Sari, E., Handono, S., Aqilla M, S. L., Faruqi, R., Ramadani, A., & Al-Jufri, Z. (2023). Hakikat Dan Fungsi Sains Dalam Pembelajaran Fisika. Innovative: Journal Of Social Science Research, 3(6), 3955–3964. Retrieved from https://j-innovative.org/index.php/Innovative/article/view/6730