Analisis Perbedaan Pendapatan Usaha Tambak Udang Vaname Secara Monokultur dan Polikultur Di Desa Panggoosi Kecamatan Tinanggea Kabupaten Konawe Selatan
Keywords:
Perbedaan, Pendapatan, Usaha Tambak, Monokultur, Polikultur dan Udang VannameiAbstract
Penelitian ini bertujuan untuk (1) mengetahui perbedaan pendapatan usaha budidaya udang vannamei secara monokultur dan polikultur di Desa Panggoosi Kecamatan Tinanggea Kabupaten Konawe Selatan dan (2) mengetahui kelayakan usaha budidaya udang vaname secara monokultur dan polikultur di Desa Panggoosi Kecamatan Tinanggea Kabupaten Konawe Selatan. Populasi dalam penelitian ini adalah seluruh petambak udang vannamei sebanyak 220 orang yang terdiri dari petambak monokultur dan polikultur. Penentuan sampel dilakukan secara Cluster Random Sumpling dan menggunakan rumus Slovin dengan margin of error sebesar 15% dimana terdapat 17 petambak dengan pola monokultur dan 20 petambak dengan pola polikultur. Data yang digunakan adalah data primer yaitu data yang diperoleh langsung dari petani tambak yang melakukan usaha tambak dan data sekunder yaitu data yang diperoleh melalui pencatatan laporan atau dokumen. Metode analisis data menggunakan analisis pendapatan, uji t dan R/C Ratio. Hasil yang diperoleh dari penelitian ini adalah rata-rata pendapatan usaha tambak udang vannamei secara monokultur dan polikultur. Usaha tambak udang secara monokultur sebesar Rp. 31.422.049,14/hektar/musim panen dan usaha tambak udang secara polikultur sebesar Rp. 5.634.861,99/hektar/musim panen. Kedua, pendapatan pola monokultur dan R/C ratio usaha tambak udang monokultur dan polikultur > 1 yang berarti usaha tambak udang monokultur dan polikultur layak atau menguntungkan bagi petambak.







