Resiliensi Pada Narapidana Perempuan di Lembaga Pemasyarakatan Perempuan Kelas II A Semarang
Abstract
Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji resiliensi pada narapidana perempuan di Lembaga Pemasyarakatan Perempuan Kelas II A Semarang. Resiliensi merupakan kemampuan individu untuk bangkit dan pulih dari situasi yang penuh tekanan dan tantangan. Studi ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan teknik pengumpulan data melalui wawancara mendalam dan observasi partisipatif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa narapidana perempuan di Lembaga Pemasyarakatan Perempuan Kelas II A Semarang memiliki tingkat resiliensi yang beragam. Faktor-faktor yang mempengaruhi resiliensi termasuk dukungan sosial, kemampuan mengelola emosi, pengalaman masa lalu, dan motivasi untuk berubah. Narapidana perempuan yang memiliki dukungan sosial yang kuat, baik dari keluarga, teman sebaya, maupun petugas di lembaga pemasyarakatan, cenderung memiliki tingkat resiliensi yang lebih tinggi. Selain itu, kemampuan narapidana perempuan dalam mengelola emosi mereka juga berperan penting dalam membangun resiliensi. Pengalaman masa lalu juga berpengaruh terhadap resiliensi narapidana perempuan. Terakhir, motivasi untuk berubah juga menjadi faktor penting dalam membangun resiliensi.







