Ketidaksetaraan Gender dalam Sistem Patrilineal

Authors

  • Dinny Rahmayanty Universitas Jambi
  • Novitri Wulandari Universitas Jambi
  • M. Reza Pratama Universitas Jambi
  • Natalia Putri Universitas Jambi

Abstract

Sistem patrilineal berdampak signifikan terhadap kesenjangan gender di berbagai masyarakat, termasuk Batak dan Jawa di Indonesia. Sistem patrilineal memandang laki-laki sebagai pihak yang dominan dan mengabaikan peran perempuan dalam tatanan sosial sehingga menimbulkan diskriminasi gender. Hukum waris dalam masyarakat patrilineal seringkali lebih mengutamakan laki-laki dibandingkan perempuan sehingga menyebabkan perempuan terpinggirkan dan disubversi. Sistem dalihan na tolu pada masyarakat Batak di Indonesia merupakan salah satu contoh bagaimana sistem patrilineal dapat menimbulkan kesenjangan gender, dimana perempuan dipandang lemah dan memerlukan perlindungan. Meskipun terdapat upaya untuk menegakkan keadilan dan kesetaraan gender, namun diskriminasi gender masih terjadi di masyarakat, dan pembaharuan hukum waris jarang dilakukan. Kondisi sosial dapat memberikan pengaruh terhadap berlakunya suatu hukum, termasuk hukum waris dalam Islam. Kendala yang dihadapi antara lain masih kuatnya kepatuhan masyarakat terhadap hukum adat yang menyebabkan perempuan tidak mempunyai hak yang sama dengan laki-laki untuk menjadi ahli waris.

Downloads

Published

2023-10-28

How to Cite

Rahmayanty, D., Wulandari, N., Reza Pratama, M., & Putri, N. (2023). Ketidaksetaraan Gender dalam Sistem Patrilineal. Innovative: Journal Of Social Science Research, 3(5), 6513–6522. Retrieved from https://j-innovative.org/index.php/Innovative/article/view/5623

Most read articles by the same author(s)