Analysis Of Sultan Abdul Hamid Ii’s Pan-Islamism Policy Towards Asian And European Geopolitics In The 19th Century
Abstract
Tulisan ini menjelaskan tentang bagaimana praktik politik serta kebijakan Pan-Islamisme yang dijalankan Sultan Abdul Hamid II selama menjalankan kepemimpinan sebagai sultan di Turki Utsmani. Sultan Abdul Hamid II merupakan sultan ke-34 yang memerintah pada dinasti Turki Utsmani, pemerintahannya dimulai pada tahun 1876-1909. Semasa menjabat sebagai sultan, Abdul Hamid II menerima banyak sekali gejolak politik terutama yang berasal dari pengaruh negara-negara Eropa yang waktu itu sedang berada pada fase kebangkitan pemikiran atau yang lebih dikenal dengan Renaissance yang diulai setelah revolusi Prancis berhasil dilakukan oleh Napoleon Bonaparte. Akibat banyaknya pengaruh westernisasi yang menghinggapi sebagian masyarakat Utsmani tersebut, Sultan Abdul Hamid II kemudian menerepkan taktik politik Pan-Islamisme. Kebijakan Pan-Islamisme sendiri merupakan sebuah taktik poltik yang dikomandoi oleh Sultan Abdul Hamid II guna menghalau gerakan westernisasi yang dilakukan negara-negara Eropa abad ke-XIX kepada negara-negara muslim diseluruh dunia dengan menggunakan strategi Devide et Impera dengan tujuan menguasai dan mengeksploitasi negara-negara jajahannya tersebut.







