Integrasi ABC System dan EOQ Dalam Pengendalian Persediaan Bahan Baku (Studi Kasus pada Perusahaan Tisu di Yogyakarta)
Abstract
Persediaan merupakan salah satu aset terpenting dalam banyak perusahaan karena persediaan akan berdampak pada departemen operasional, pemasaran, sumber daya manusia, dan keuangan, juga pada penjualan dan reputasi perusahaan terkait dengan kepuasan konsumen. Dengan dilakukannya pengendalian persediaan, risiko-risiko yang muncul akan berkurang. Dua metode yaitu metode ABC dan EOQ, diintegrasikan dalam penelitian ini dengan tujuan untuk mengetahui klasifikasi bahan baku yang bernilai tinggi (kelas A) bagi perusahaan, kemudian mengendalikan bahan baku tersebut sehingga dapat meminimumkan total biaya persediaan. Jenis data yang diolah dalam penelitian ini adalah data kuantitatif, dengan sumber data yang berasal dari data primer yaitu melalui wawancara dengan supervisor dan data sekunder yaitu data dokumentasi yang telah dimiliki perusahaan. Dari hasil penelitian didapati bahan baku yang masuk dalam kategori kelas A adalah sebanyak 36 jenis dengan penyerapan dana 80,58% dan jumlah item 0,14%, kategori kelas B adalah sebanyak 338 jenis dengan penyerapan dana 14,57% dan jumlah item 40,80%, kategori kelas C adalah sebanyak 207 jenis dengan penyerapan dana 4,85% dan jumlah item 59,06%. Diperoleh total penghematan biaya persediaan bahan baku kategori kelas A tahun 2022 adalah sebesar Rp90.421.817,- atau 20%.







