Hakikat Dan Eksistensi Manusia Sebagai Mahluk Yang Bermoral

Authors

  • Hisny Fajrussalam Universitas Pendidikan Indonesia
  • Afidlotul ‘Azizah Universitas Pendidikan Indonesia
  • Elsa Amelia Rahman Universitas Pendidikan Indonesia
  • Faiza Zalfa Hafizha Universitas Pendidikan Indonesia
  • Sintia Ulhaq Universitas Pendidikan Indonesia

Abstract

Tulisan ini mencoba menggambarkan pemaknaan manusia dalam al-qur’an, karakteristik manusia dalam pandangan islam, hakikat dan eksistensi manusia sebagai makhluk sosial, esensi manusia yang bermoral, dan manusia sebagai makhluk sosial yang bermoral. Secara istilah manusia dapat diartikan sebagai sebuah konsep atau sebuah fakta, sebuah gagasan atau realitas, sebuah kelompok (genus) atau seorang individu. Dalam Al-Qur’an banyak ditemukan gambaran yang membicarakan tentang manusia dan makna filosofis penciptaannya. Islam mengajarkan bahwa manusia adalah makhluk allah SWT yang disiapkan untuk mampu mengemban amanah-Nya, memakmurkan kehidupan di bumi dan diberi kedudukan terhormat sebagai khalifah-Nya di bumi. Manusia yang bermoral dapat diartikan sebagai manusia yang mampu mengendalikan diri, menjunjung tinggi dan melaksanakan norma-norma sosial dalam kesehariannya. Manusia sebagai makhluk sosial yang berasal dari kata homo socialis manusia yang bermoral merupakan manusia sebagai makhluk yang bermasyarakat yang wajib untuk mematuhi segala sesuatu yang berhubungan dengan nilai-nilai, budaya dan norma agama juga menjungjung tinggi, menjalin silaturahmi dan bekerjasama.

Downloads

Published

2023-05-11

How to Cite

Fajrussalam, H., ‘Azizah, A., Rahman, E. A., Hafizha, F. Z., & Ulhaq, S. (2023). Hakikat Dan Eksistensi Manusia Sebagai Mahluk Yang Bermoral. Innovative: Journal Of Social Science Research, 3(2), 1706–1721. Retrieved from https://j-innovative.org/index.php/Innovative/article/view/483