Metodologi Dalam Memahami Hadis (Tekstual, Kontekstual, Liberal)
Abstract
Sejarah perkembangan hadis mulai dari masa Rosulullah SAW, sahabat dan tabi`in mengalami kemajuan, puncak majunya hadis pada zaman tabi`in dan merupakan bagaian yang paling rumit karena hadis adalah segala sesuatu yang dinisbatkan kepada Nabi Muhammad SAW, baik ucapanm perbuatan maupun ketetapannya dalam statusnya sebagai utusan Allah, sehingga meng-imitasi Nabi Muhammad sebagai rosul akhir zaman. aturannya pun mestinya untuk sepanjang zaman, padahal kenyataannya Nabi Muhammad itu hidup pada waktu tertentu dan tempat tertentu pula. Maka sudah seharusnya pula memahami hadis, tidak hanya dengan pendekatan tekstual saja, kalau menginginkan agar hadis senantiasa berlaku sepanjang zaman, mengingat problem kehidupan dewasa ini semakin kompleks. Oleh karena itu perlu pendekatan secara kontekstual, yaitu memahami hadis atau sunnah dengan mengacu pada latar belangkang, situasi dan kondisi serta kedudukan Nabi ketika hadis atau sunnah itu ditampilkan. Penelitian ini bertujuan untuk memahami, menganalisa, dan mendeskripsikan tentang metodelogi memahami hadis khusunya di zaman saat ini, harapannya semoga tulisan ini mampu membantu para pembaca dalam memahami hadis secara umum, dan khususnya dalam problem perbedaan antara pemahaman hadis tekstual, kontekstual dan liberal.







