Analisis Sosiolinguistik Slang dan Bahasa Gaul Pada Siswa SMP Negeri 1 Cikarang Utara
Abstract
Ragam bahasa dibagi menjadi dua, yaitu ragam formal dan ragam santai atau nonformal. Penggunaan bahasa gaul sebagai ragam bahasa santai saat ini sudah menjadi hal yang lumrah dalam masyarakat terutama dikalangan anak muda. Ragam bahasa santai banyak dipakai karena dianggap mudah dimengerti dan sebagai pengakraban disaat berkomunikasi antar kelompok tersebut. Salah satu contoh dari ragam santai tersebut adalah slang. Slang dapat disebut sebagai ragam bahasa yang diciptakan oleh sekelompok orang tertentu yang digunakan dalam berkomunikasi sehari-hari. Misalnya saja orang-orang yang melakukan kegiatan jual beli di pasar, obrolan antar teman, percakapan antar tetangga, dan sejenisnya yang sifatnya tidak resmi atau nonformal biasanya menggunakan ragam santai salah satunya bahasa gaul. Hal ini dikarenakan orang-orang ingin dapat akrab satu sama lain dan juga dapat berinteraksi tanpa canggung. Penelitian ini merupakan penelitian deskriptif kualitatif dengan memaparkan bentuk, pola pembentukan, dan makna bahasa gaul pada siswa SMP Negeri 1 Cikarang Utara. Sumber data yang di ambil berupa tuturan langsung keempat siswa SMP Negeri 1 Cikarang Utara yang direkam saat percakapan berlangsung. Keempat siswa ini adalah Taka, Pildan, Resya, dan Ryan. Data diperoleh dengan cara mengambil rekaman pada saat percakapan berlangsung dan diubah menjadi bentuk transkrip percakapan untuk kemudian dianalisis secara deskriptif. Tujuan yang ingin diperoleh dari penelitian ini ada dua, yaitu yang pertama adalah pemakaian dan bentuk bahasa gaul atau slang. Pemakaian dan bentuk bahasa gaul atau slang tersebut akan dipaparkan dalam bentuk deskriptif. Selanjutnya data akan dianalisis menggunakan teori yang sudah dipersiapkan. Yang kedua adalah pemaparan deskriptif dan tabel klasifikasi bahasa gaul atau slang. Dalam bagian ini, data yang diperoleh akan dikelompokan berdasarkan pola pembentukan bahasa gaul berdasarkan proses fonologis, proses sosiologis, proses abreviasi, pembentukan kata baru dan perubahan struktur kata







