Komunikasi Persuasif Argumentatif Perspektif Al-Quran (Studi Terhadap Dialog Ibrahim Dengan Penganut Paganisme)

Authors

  • Ahmad Rizali Fahmi Universitas islam Negeri Sunan Kalijaga Yogyakarta

Abstract

Keberhasilan dakwah berbanding lurus dengan keberhasilan komunikasi yang diterapkan. Salah satu bentuk perhatian besar Islam terhadap komunikasi adalah Islam memberikan penjelasan tentang kaidah dan etikanya. Salah satu keberhasilan dakwah para nabi adalah dengan menerapkan komunikasi yang bersifat membujuk megajak dan merayu yang dikenal dengan istilah persuasif, selain itu juga menerapkan komunikasi yang bersifat menunjukkan serangkaian fakta dan bukti sedemikian rupa yang disebut dengan kemampuan argumentasi sehingga disebut komunikasi persuasive argumentatif. Diantara komunikasi persuasif argumentatif yang terdapat dalam Al-Qur’an adalah pada dialog antara Nabi Ibrahim dan para penganut paganisme. Dalam dialog tersebut, terjadi adu argumentasi tentang hakikat Tuhan sebenarnya yang harus disembah dan diagungkan. Komunikasi persuasif argumentatif memberikan solusi bagi seorang juru dakwah yang merupakan komunikator dalam mengemas komunikasinya agar membuat objek dakwahnya mengikuti apa ang disampaikan terkait dakwahnya. Dengan menggunakan teknik komunikasi persuasif yang menitikberatkan fungsi psikologis maupun sosiologis yang terdapat dalam diri komunikan dan dengan tenik argumentasi yang mengoptimalkan fungsi berdialog dengan bijak kepada lawan bicara maka akan membuat pesan dakwah yang disampaikan mampu merubah pandangan, sikap dan tingkah laku objek dakwah atau komunikan.

Downloads

Published

2023-03-29

How to Cite

Fahmi, A. R. (2023). Komunikasi Persuasif Argumentatif Perspektif Al-Quran (Studi Terhadap Dialog Ibrahim Dengan Penganut Paganisme). Innovative: Journal Of Social Science Research, 3(1), 395–408. Retrieved from https://j-innovative.org/index.php/Innovative/article/view/3196