Pengaruh Edukasi Melalui Media Video Animasi Terhadap Sikap Remaja Putri Tentang Pencegahan Anemia Di MTs Sabiellil Muttaqin Bondowoso

Authors

  • Alfiyatul Karimah Politeknik Kesehatan Kemenkes Malang Prodi Jember
  • Jamhariyah Jamhariyah Politeknik Kesehatan Kemenkes Malang Prodi Jember

Abstract

Abstrak

Latar Belakang: Anemia merupakan salah satu masalah kesehatan yang banyak dialami oleh remaja putri. Prevalensi anemia pada remaja cukup tinggi, sehingga menjadi perhatian karena dampaknya terhadap kesehatan. Di MTs Sabiellil Muttaqin Bondowoso, 45% dari 71 remaja di mengalami anemia. Faktor penyebab tingginya angka kejadian anemia adalah rendahnya kesadaran remaja putri tentang pentingnya pencegahan anemia. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui pengaruh edukasi melalui media video animasi anemia terhadap sikap remaja putri tentang pencegahan anemia di MTs Sabiellil Muttaqien Bondowoso. Metode : Desain penelitian menggunakan quasy eksperimen dengan one group pre-test post-test design. Sampel berjumlah 45 responden dengan teknik proportional random sampling. Instrumen penelitian yang digunakan adalah kuesioner untuk mengukur sikap remaja putri. Data dianalisis menggunakan uji Mc Nemar. Hasil: 84,4% remaja putri memiliki sikap negative sebelum diberikan edukasi, 88,9% remaja putri memiliki sikap positif setelah diberikan edukasi. Hasil analisis diperoleh terdapat pengaruh edukasi  melalui media video  animasi terhadap sikap remaja putri secara signifikan dengan nilai p-value (0,000) Kesimpulan : Edukasi dengan video animasi terbukti efektif merubah sikap remaja putri tentang pencegahan anemia, diharapkan remaja putri secara aktif mengikuti pendidikan kesehatan terkait anemia.

Kata Kunci: Anemia, Edukasi, Remaja Putri, Sikap, Video Animasi

Downloads

Published

2026-04-20

How to Cite

Karimah, A., & Jamhariyah, J. (2026). Pengaruh Edukasi Melalui Media Video Animasi Terhadap Sikap Remaja Putri Tentang Pencegahan Anemia Di MTs Sabiellil Muttaqin Bondowoso. Innovative: Journal Of Social Science Research, 6(3), 58–71. Retrieved from https://j-innovative.org/index.php/Innovative/article/view/21475